Pihak oposisi Suriah telah menerima surat tawaran mengenai pengunduran diri dari Aleppo

Para pengungsi menunggu di bagian luar area pemerintahan agar dapat bertemu dengan kerabat mereka yang terpisah. (Suriah, 11/12/2016 Reuters)

Pihak oposisi Suriah telah menerima surat tawaran mengenai pengunduran diri dari Aleppo. Hal ini dikonfirmasi oleh 3 pihak grup oposisi, dilansir dari Reuters.

"Mereka mengirimkan surat pada kami. Mereka berkata akan melindungi warga sipil, dan pihak oposisi dapat keluar dengan terhormat dari Aleppo. Rusia berjanji tidak akan ada yang diberhentikan maupun dilukai", ujar salah satu anggota pihak oposisi.

Dalam perjanjian tersebut, dikatakan bahwa pihak oposisi bersama warga sipil dapat meninggalkan Aleppo dengan aman ke tempat tujuan yang mereka inginkan.

Namun, pejuang dari kelompok Jabhah Fathu Syam (bekas JN) harus pergi ke Idlib. Oposisi juga hanya boleh membawa senjata ringan.

Perpindahan akan dilaksanakan selama 48 jam dengan pengawasan dari PBB. Pengajuan ini disampaikan mengingat pasukan rezim telah mendekati pusat Aleppo.

Namun, oposisi belum memberikan tanggapan. Jika tawaran diterima, maka ini akan membawa kemenangan bagi Basyar al-Assad dalam perang yang telah berlangsung selama 6 tahun, meski kota Aleppo timur sudah nyaris dihancurkannya sendiri.

Namun, Rusia membantah telah mencapai kesepakatan dengan AS mengenai tawaran penarikan oposisi. Pembicaraan di Jenewa disebut masih berlanjut.

Wakil Mentri Luar Negri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, Rusia masih menentukan syarat penarikan diri.

"Penarikan kelompok militan adalah poin yang berbeda dari perjanjian. Dan perjanjian ini belum disepakati, terutama karena Amerika bersikeras dalam beberapa poin yang tak dapat kami terima", ujarnya.

Rezim Damaskus dan Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, belum menanggapi isu ini.

Selain itu, banyak pihak yang pesimis bahwa perjanjian akan berjalan lancar mengingat banyak komitmen yang telah dilanggar oleh Assad.

Di sisi lain, pengungsi masih terus membanjir dari timur Aleppo akibat gempuran Assad dan Rusia. Kelompok pemantau SOHR memperkirakan jumlah pengungsi sudah mencapai 120.000 jiwa. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.