PBB memperingatkan bahwa kota Aleppo, Suriah dapat menjadi "salah satu kuburan raksasa" akibat serangan pasukan pemerintah Assad

Aktivis mengatakan bahwa korban di Jubb al-Qubbeh mayoritas merupakan warga yang sedang mengungsi. (BBC).
Kepala urusan kemanusiaan PBB, Stephen O'Brien memperingatkan bahwa kota Aleppo, Suriah dapat menjadi "salah satu kuburan raksasa" akibat serangan pasukan pemerintah Assad di daerah yang dikuasai oposisi.

Ia memohon kepada anggota Dewan Keamanan PBB untuk melindungi warga sipil demi nilai kemanusiaan.

O'Brien membuat komentar tersebut pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas krisis Suriah.

"Demi kemanusiaan, saya memohon pada pihak-pihak yang memiliki pengaruh untuk melakukan segala upaya dalam melindungi warga sipil, dan memungkinkan akses bantuan ke bagian timur Aleppo yang saat ini sedang dikepung, sebelum daerah itu menjadi salah satu kuburan raksasa", katanya kepada anggota Dewan.

Diperkirakan 25.000 orang telah mengungsi, sedangkan warga yang berada di wilayah oposisi mengalami kelaparan.

Menurut laporan, puluhan orang tewas dalam serangan terakhir yang dilakukan rezim. Tentara Assad dan sekutunya merebut lebih dari sepertiga timur Aleppo sejak akhir pekan.

Sebelum perang, Aleppo merupakan salah satu kota terbesar Suriah yang menjadi pusat komersil dan industri.

Sebagaimana perang di perkotaan lainnya, daerah ini terbagi menjadi dua antara kubu rezim dan pihak oposisi.

Dalam setahun ini, Assad berhasil menerjang kuat Aleppo berkat bantuan Rusia, Iran dan milisi Syi'ah asing.

Pada Rabu (30/11), sedikitnya 26 orang tewas ketika serangan pemerintah melanda daerah Jubb al-Qubbeh, menurut laporan SOHR.

Pertahanan Sipil Suriah, yang juga dikenal sebagai White Helmet, menyebutkan jumlah korban jiwa bahkan mencapai 45 jiwa. Terutama para pengungsi yang dibom rezim.

Sementara, di daerah kota Aleppo barat yang dikuasai rezim, terdapat delapan orang tewas akibat roket.

Lembaga bantuan Suriah maupun Internasional masih mencoba memobilisasi sumber daya untuk dapat membantu warga sipil yang melintasi garis depan.

Militer Rusia mengatakan mereka siap untuk mengawal konvoi bantuan ke Aleppo timur yang baru-baru ini mereka ambil alih. (BBC)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: