Pihak oposisi Suriah mengatakan bahwa Rusia menunda-nunda diplomasi yang akan dilakukan

pemandangan kota Aleppo, Suriah. (2/12/2016, Reuters)

Pihak oposisi Suriah mengatakan pada Jumat (2/12) bahwa Rusia menunda-nunda diplomasi yang akan dilakukan.

Pembicaraan yang telah direncanakan selama 2 minggu ini adalah kali pertama pihak Rusia berunding dengan oposisi.

"Terdapat beberapa penundaan yang dilakukan oleh Rusia. Mereka tidak menganggap serius hal ini", ungkap seorang sumber kepada Reuters.

Pembicaraan dilakukan mengingat posisi pihak oposisi terjepit kekalahan setelah sepertiga wilayah timur Aleppo direbut Assad.

Rezim Damaskus mengintensifkan serangan beberapa minggu terakhir untuk mendorong pihak oposisi sebelum Donald Trump resmi menjabat sebagai presiden AS.

Saat ini perang terkonsentrasi di wilayah Sheikh Said.

Sejak musim panas lalu, warga di wilayah pihak oposisi terkepung dan harus menghadapi serangan bombardir.

Beberapa organisasi kemanusiaan internasional mengatakan, banyak warga sipil, termasuk anak-anak, yang terbunuh dalam perang di Aleppo.

Assad dikecam internasional atas kekerasan di negaranya selama 5 tahun atas terbunuh warga sipil secara massal.

Turki pada Jum'at menuduh Assad telah menyebabkan kematian sebanyak 600.000 jiwa.

Sejumlah analis konflik mengatakan, kemungkinan pihak oposisi akan menyetujui perundingan mengenai penarikan diri, namun tergantung pada syarat-syarat yang diajukan.

"Kemampuan oposisi untuk mempertahankan diri di bawah serangan ini masih dipertanyakan, dan sangat mudah membayangkan bahwa penarikan diri mungkin akan dilakukan", kata Nuh Bonsey dari International Crisis Group. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.