HNC membantah klaim pihak Rusia bahwa oposisi telah bernegosiasi dengan Assad


Bendera oposisi Suriah

Menteri Luar Negri Rusia Sergei Lavrov pada Selasa (27/12), mengatakan pemerintah Assad telah "berkonsultasi dengan pihak oposisi mengenai perundingan perdamaian".

Lavrov tidak menyebut tempat negosiasi berlangsung, juga tentang pihak yang diajak berunding.

Sebelumnya, Rusia, Iran dan Turki minggu lalu memang telah sepakat untuk membantu perundingan perdamaian Suriah.

"Pada pertemuan dengan Iran dan Turki di Moskow, kami sepakat untuk mengadakan sebuah deklarasi yang menunjukan kesiapan kami dalam membantu perundingan bagi pemerintah Suriah dan pihak oposisi", ujar Lavrov, sebagaimana diberitakan oleh Interfax.

Namun pihak oposisi yang didukung negara Teluk menyatakan tidak tahu mengenai negosiasi itu, meski setuju pada usulan gencatan senjata.

George Sabra, anggota dari Komite Negosiasi Tingkat Tinggi (HNC), mengaku tidak tahu perihal konsultasi yang dimaksud oleh Rusia.

HNC merupakan salah satu oposisi politik Assad yang terlibat putaran perundingan Jenewa, awal tahun 2016.

Kordinator umum HNC, Riyad Hijab, meminta kepada pihak oposisi bekerjasama dalam upaya negara-negara regional mewujudkan gencatan senjata.

Tapi ia juga mengaku belum pernah diundang dalam pertemuan negosiasi apapun.

"Kami mendukung pergeseran kekuasaan internasional, juga upaya yang positif dan tulus untuk menyadari aspirasi warga Suriah (menurunkan Assad)", tulis Hijab dalam sebuah media.

Hijab adalah mantan Perdana Menteri rezim Assad pada tahun 2012 sebelum akhirnya ia membelot. Menjadi pejabat negara paling tinggi yang memilih menentang rezim Damaskus. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.