Selama ini kesultanan Oman menolak ikut merapatkan barisan untuk melawan Iran

Sultan Oman (welcometooman.com)

Oman telah memutuskan bergabung dengan koalisi Arab Saudi, sebagaimna dilansir oleh Reuters pada Rabu (28/12).

Kesultanan menunjukkan keinginan bergabung melalui surat yang dikirim kepada Menteri Pertahanan Saudi, Muhammad bin Salman.

Selama ini kesultanan Oman menolak ikut merapatkan barisan untuk melawan Iran, khawatir pertentangan Riyadh dan Tehran dapat mengancam stabilitas negaranya.

"Oman selama ini mengambil posisi dan kebijakan yang bertentangan dengan negara-negara Teluk. Namun saat ini Oman kembali pada konsesus Teluk untuk memerangi Iran dan kebijakan politiknya", ujar salah satu sumber.

Sumber mengatakan, keputusan ini menjadi pergeseran geopolitik di kawasan, mengingat Oman selama ini dekat dengan Iran, yang telah menjadi "musuh" bagi Saudi dan negara Teluk lainnya.

Sumber lain mengatakan, tindakan Oman didasarkan pada kesadaran mengenai kurangnya keseriusan dan keuntungan yang didapat dari kerja sama dengan Iran.

Pangeran Ibnu Salman akan segera berangkat ke Muscat untuk mempersiapkan kunjungan Raja Salman.

Saudi membentuk Dewan Kerjasama Teluk (GCC) pada Desember 2015. Termasuk koalisi dalam bidang militer.

Koalisi tidak pernah menyebutkan adanya tujuan untuk melawan Iran. Namun Iran maupun Irak, yang didominasi Syi'ah, tidak diikutsertakan dalam koalisi.

Saudi dan beberapa anggota GCC percaya Iran memanfaatkan isu sektarian untuk mengganggu negara Arab dan menciptakan pengaruh di Timur Tengah lewat warga Syi'ah.

Sementara Riyadh mendukung kelompok penentang Iran, termasuk di Suriah, Lebanon, Irak, Bahrain, dan Yaman.

Oman sendiri bersikap menghindar untuk bergabung. Bahkan, memfasilitasi pertemuan rahasia antara AS dan Iran dalam membicarakan masalah nuklir.

Oman juga membantu Iran membuat persetujuan gencatan senjata dalam perang melawan Presiden Irak Saddam Hussein, tahun 1980-1988 silam, sementara negara-negara Teluk memihak Irak.

Mayoritas penduduk Oman menganut paham Ibadhiyah, semacam warisan sekte Khawarij di masa lalu. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.