Tahun ini, MUI telah mengeluarkan fatwa terkait penggunaan atribut agama lain bagi Muslim

Kantor MUI

Perdebatan mengenai pemakaian atribut Natal bagi pegawai Muslim selalu hadir menjelang datangnya hari besar umat Nasrani pada 25 Desember setiap tahunnya.

Tahun ini, MUI telah mengeluarkan fatwa terkait hal tersebut.

"Menggunakan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan nonmuslim adalah haram", ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam yang membacakan fatwa tersebut pada Rabu (14/12).

Asrorun mengatakan, ada beberapa pertimbangan ketika hendak memutuskan fatwa apa yang akan dikeluarkan oleh MUI.

"Ada sejumlah pertimbangan yang diambil", kata Asrorun.

Berikut isi poin dalam kategori 'menimbang':

a. bahwa di masyarakat terjadi fenomena di mana saat peringatan hari besar agama non-Islam, sebagian umat Islam atas nama toleransi dan persahabatan, menggunakan atribut dan/atau simbol keagamaan nonmuslim yang berdampak pada siar keagamaan mereka;

b. bahwa untuk memeriahkan kegiatan keagamaan non-Islam, ada sebagian pemilik usaha seperti hotel, super market, departemen store, restoran dan lain sebagainya, bahkan kantor pemerintahan mengharuskan karyawannya, termasuk yang muslim untuk menggunakan atribut keagamaan dari non-muslim;

c. bahwa terhadap masalah tersebut, muncul pertanyaan mengenai hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim;

d. bahwa oleh karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim guna dijadikan pedoman. (Detikcom)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.