Bahwa persoalan akhlak ini sangat penting, sehingga harus segera dirumuskan etika-etika dalam berdakwah

Gbr : Ilustrasi para pendakwah

Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Multaqa (Pertemuan) Dai Nasonal yang dihadiri sekitar 200 pengurus MUI seluruh Indonesia, terutama dari Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

Multaqa Dai Nasional mengundang setidaknya satu perwakilan dari 63 ormas-ormas Islam di Indonesia.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan MUI, Cholil Nafis, menerangkan bahwa peran dai dalam menyiarkan syiar-syiar dakwah adalah sangat vital.

Nafis berharap pertemuan ini dapat membahas cetak biru mengenai dakwah-dakwah di Indonesia.

"Terlebih di dunia media sosial, kita (dai-dai) ditantang untuk sampaikan dakwah bil hal dan bil lisan, sehingga harus bisa menerapkan 1A 4M", kata Cholil, Selasa (13/12).

Ia menjelaskan, 1A berarti ahlak. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki standar nasional terkait akhlak.

Cholil menilai, bahwa persoalan akhlak ini sangat penting, sehingga harus segera dirumuskan etika-etika dalam berdakwah.

Selanjutnya, 4M merupakan inisial dari maddah (materi dakwah), manhaj (metode dakwah), media dakwah dan mad'u (obyek dakwah).

Terkait maddah, ia memandang bahwa MUI harus merumuskan hal-hal yang perlu didakwahkan, terutama mengenai konten di media sosial.

Sedangkan manhaj, merumuskan metode yang tepat untuk digunakan oleh dai dalam berdakwah di era sekarang.

Media dakwah juga penting dibahas, mengingat pada masa sekarang banyak orang lebih akrab dengan dunia maya dibanding tatap muka langsung.

Terakhir, mad'u ia mengatakan bahwa saat ini Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI sedang membahas pilot project terkait obyek dakwah.

MUI juga telah melakukan pemetaan dari aspek ormas-ormas, dai-dai, serta masalah apa yang tengah mendesak di tengah-tengah masyarakat saat ini.

"Pilot project itu sudah dicoba di Jakarta pada 2016, lalu kita kembangkan ke 9 provinsi, dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi", ujar Cholil. (Republika)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.