Khawatiran jika sidang digelar tertutup dapat memunculkan sangkaan-sangkaan negatif

Tersangka dugaan kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah hadir dalam acara diskusi bertema Tayangan Persidangan Ahok di Kantor Penyiaran Indonesia (KPI), di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada hari Jum'at (9/12) kemarin.

PP Muhammadiyah berharap agar sidang kasus penistaan agama yang dilakukan oleh tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bisa disiarkan langsung di televisi.

"Saya mendengar akan ada massa 500 orang per sidang. Bisa saja dari masing-masing orang tersebut akan membawa teman masing-masing. Jumlah tersebut bisa semakin besar. Kan kasihan Pak Awi (pihak kepolisian)", ucap Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya.

Mustofa mengatakan, sidang yang disiarkan langsung dapat mempermudah masyarakat yang ingin mengikuti proses jalannya sidang di rumahnya masing-masing.

"Maka lebih baik disiarkan secara langsung. Dari awal sampai akhir, masyarakat juga bisa menyaksikan dari rumah masing-masing. Biar masyarakat tahu kualitas hakim, jaksa dan penasihat hukum", katanya.

Persidangan yang disiarkan secara langsung juga, menurutnya dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Takutnya ada orang yang menggunakan jubah FPI atau segala macam, tapi ternyata provokator", jelas Mustofa.

Mustofa juga mengungkapkan kekhawatirannya, jika sidang kasus digelar tertutup dapat memunculkan sangkaan-sangkaan negatif di masyarakat.

"Takutnya kalau tertutup ada yang beranggapan kalau kasus ini diistimewakan. Hebohnya kasus ini kan, karena yang melakukan pejabat, dan korban adalah mayoritas di Tanah Air", jelasnya. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.