Militan ISIS kembali merebut kota Tadmur/Palmyra dan Assad, wilayah strategis suplai minyak

potongan gambar dari sebuah video yang dirilis oleh Amaq, kantor berita ISIS. Dalam gambar tersebut, petempur ISIS mengatakan mereka telah mengambil alih kota Palmyra. (11/12/2016, Reuters)

Serangan ISIS di Palmyra, Suriah, dapat menjadi ancaman serius bagi pihak Damaskus maupun Moskow.

Radio Suriah melaporkan bahwa tentara Assad telah ditarik mundur. Yang artinya kota bersejarah itu diambil lagi oleh militan.

Menurut sejumlah analis konflik, Assad masih harus menghadapi kelompok ini selama beberapa waktu ke depan meski ia tengah menikmati kemenangan melawan pihak oposisi.

ISIS pernah merebut Palmyra pada Mei 2015. Mereka menghancurkan beberapa situs bangunan bersejarah dan membunuh arkeolog terkemuka di kota tersebut, sehingga memancing kemarahan global.

Tentara Assad berhasil merebut kembali Palmyra dari militan atas bantuan Rusia.

ISIS sebenarnya mengalami kemunduran selama setahun terakhir.

Mereka kehilangan Manbij, dan wilayah-wilayah di perbatasan Turki, yang menjadi jalur suplai utama.

Kelompok militan ini juga sedang digempur besar-besaran di Mosul, Irak dan Raqqah, Suriah. Kedua wilayah tersebut merupakan basis pertahanan besar terakhir.

Kantor berita Rusia mengatakan, serangan udara yang dilancarkan telah menewaskan sekitar 300 anggota militan, namun masih ada 4000 petempur ISIS lainnya menyerbu Palmyra.

Meski lokasinya di tengah gurun, namun kota yang berada di provinsi Homs ini penting dalam urusan suplai minyak. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.