Menlu Mesir menyangkal laporan bahwa hubungan kedua negara retak

Raja Salman dan as-Sisi
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shukri memuji "hubungan khusus" negaranya dengan Arab Saudi.

Ia menyangkal laporan bahwa hubungan kedua negara mulai retak, setelah Mesir menyatakan dukungan terhadap aksi militer Rusia di Suriah.

Oktober lalu, Mesir mendukung draft resolusi DK PBB soal Suriah dari usulan Rusia yang tidak menghentikan pemboman atas Aleppo, dimana Arab Saudi sangat menentangnya.

Bulan lalu, Saudi memberitahu Mesir bahwa pengiriman bantuan minyak dihentikan tanpa batas waktu.

Tetapi menurut Shukri, kedua negara tidak berselisih dan masalah perbedaan pendapat telah dibesar-besarkan.

"Biarkan saya meyakinkan anda, dari perspektif Mesir kami memiliki visi yang sangat jelas mengenai hubungan ini... (Bahwa) keamanan Arab tergantung pada kesepahaman antara Arab Saudi dan Mesir", katanya.

"Apa yang dianggap perbedaan pandangan mungkin telah dibesar-besarkan oleh pers daripada hubungan khusus yang sudah melekat", kata Shukri dalam dialog keamanan Timur Tengah di Bahrain.

Ia juga menambahkan bahwa Mesir tidak membangun hubungan dengan seteru Arab, yaitu Iran, meski berhubungan lewat urusan multilateral.

"Mesir selalu mengambil kesempatan dalam diskusi untuk menekankan kembali posisi bangsa Arab, kepentingan bangsa Arab, menentang atas sesuatu yang mungkin jadi kebijakan ekspansif Iran", tambahnya.

Arab Saudi dan negara Teluk lain menuduh Iran mencoba mengepung kawasan itu dengan milisi Syi'ah. Walau hal itu terus dibantah Teheran. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.