Diduga Mesir ditekan Israel dan menyepakati hal-hal tertentu

Perdana Mentri Israel Benjamin Netanyahu (Reuters).

Mesir secara tiba-tiba membatalkan rancangan resolusi di Dewan Keamanan PBB mengenai penghentian perluasan pemukiman Israel di wilayah Palestina.

Rancangan tersebut ditarik kembali sesaat sebelum pemungutan suara yang dijadwalkan pada Kamis (22/12) kemarin.

Para diplomat menduga,  Mesir bertindak di bawah tekanan Israel dan ingin menghindari konflik dengan Presiden AS selanjutnya, Donald Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diketahui sempat berbicara pada Mesir agar menunda pemungutan suara.

Tidak diketahui tekanan apa yang diberikan Israel kepada Mesir, namun ada beberapa cara yang diprediksikan, seperti membatasi bantuan militer dalam memerangi ISIS di area gurun Sinai.

Salah satu pengurus masa transisi Trump mengatakan, Presiden Mesir Abdel Fattah as-Sisi telah bertemu dengan Trump pada Kamis, untuk berbicara mengenai perdamaian di Timur Tengah.

Hal ini dibenarkan oleh kantor pemerintahan Sisi.

"Presiden menyadari pentingnya memberi kesempatan pada pemerintah baru AS dalam menangani kasus Palestina agar mendapat penyelesaian yang menyeluruh", ujar juru bicara presiden Alaa Yousef.

DK PBB sendiri sudah memberi ultimatum kepada Mesir untuk kembali menyodorkan rancangan resolusi dan segera melakukan pemungutan suara.

New Zealand, Venezuela, Malaysia and Senegal mendesak Mesir segera memutuskan pemungutan suara.

Keempat negara tersebut menulis: "Jika Mesir memutuskan tidak meneruskan rancangan resolusi 23 Desember, atau tidak memberikan respon apapun, maka negara lain berhak membawa rancangan resolusi itu kembali dihadirkan agar dilakukan pemungutan suara"

Mereka juga mengatakan: "Jika rancangan diambil alih oleh negara lain, ini juga akan meringankan beban Mesir agar tidak menanggungnya sendirian"

Pertemuan menentukan proses lanjutan terkait resolusi akan diadakan pada Jum'at (23/12). (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.