Mereka ke Suriah dalam misi menghibur tentara untuk perayaan Tahun Baru sekaligus "kemenangan Aleppo"

Pencarian di laut Hitam (BBC)
Otoritas Rusia mengatakan, belum ada penumpang yang ditemukan dari pesawat militer Rusia yang jatuh di laut hitam pada Minggu (25/12).

"Area jatuhnya pesawat sudah diperiksa. Tidak ada tanda-tanda orang yang selamat", ujar juru bicara kementrian pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.

Menurutnya, sejumlah mayat telah ditemukan di laut.

Konashenkov mengatakan, pesawat diperkirakan jatuh di kedalaman 70 meter di laut Hitam, sekitar 1,5 km dari pantai Sochi.

"4 kapal, 4 helikopter, pesawat, dan drone saat ini sedang bekerja di area tersebut", ujar Konashenkov.

Selain itu, 100 penyelam dan kapal selam juga siap diberangkatkan ke tempat kejadian.

Menurut Konashenkov, pesawat telah diperbaiki tahun 2014 lalu, dan dibawa oleh pilot profesional dengan pengalaman 7.000 jam terbang. Cuaca saat penerbangan juga dijetahui bagus.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, masih terlalu dini menyimpulkan penyebab insiden.

Pesawat Tu-154 tiba-tiba hilang dari radar sesaat setelah lepas landas dari bandara Sochi.

Pesawat tersebut dijadwalkan berangkat menuju Latakia, Suriah, dengan membawa 84 penumpang dan 8 kru penerbangan.

Salah satunya anggota Penasihat Putin untuk dewan HAM, Elizaveta Glinka, juga diketahui ada di dalam pesawat.

Diantara penumpang ialah para reporter dan 60 anggota Alexandrov Ansemble, grup musik militer yang akan tampil dalam perayaan tahun baru bagi tentara Rusia yang sedang bertugas di Suriah.

Sejumlah sumber menduga, acara tersebut juga termasuk perayaan "kemenangan Aleppo", dimana rezim Assad yang dibantu Rusia merebut sektor timur kota dari oposisi.

Namun kini Presiden Vladimir Putin justru menjadikan 26 Desember sebagai hari berduka nasional. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.