Petugas kepolisian sedang menembakkan gas air mata ke arah massa yang terus melemparkan batu

Ilustrasi Aparat Keamanan di Bahrain (AP)


Seorang aktivis melaporkan, pasukan keamanan Bahrain bersitegang dengan para pendukung pemimpin Syi'ah di dekat kediaman tokoh itu pada Rabu (21/12).

Sebuah video yang diunggah memperlihatkan situasi di sekitar tempat kejadian.

Dalam video itu, terlihat ada puluhan kendaraan polisi dan mobil lapis baja dikerahkan di desa Diraz, tempat tinggal Ayatollah Isa Qassim.

Tempat tersebut dikelilingi oleh pemuda Syi'ah yang berjaga mempertahankan agar Qassim tidak ditangkap.

Video menampilkan gambaran ketika petugas kepolisian sedang menembakkan gas air mata ke arah massa yang terus melemparkan batu.

Qassim adalah ulama dari kelompok mayoritas Syi'ah yang paling dipuja, namun tindakannya berkali-kali menimbulkan kemarahan dari pemerintah Bahrain dari kalangan Sunni.

Syi'ah kerap menganggap kebijakan pemerintah berlatas sektarianisme.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain menanggapi insiden lewat sebuah pernyataan di akun resmi Twitter.

"Sebagai upaya menjaga keamanan dan penegakkan hukum, pengadilan memerintahkan untuk menangkap para buronan di sejumlah desa tertentu dan mencari rumah mereka pagi ini", jelas akun itu.

Reuters mengkonfirmasi, para pejabat pemerintah belum bisa dihubungi untuk menjelaskan lebih lanjut, juga terkait kabar upaya penahanan Qassim.

Qassim telah diadili atas kasus pencucian uang Juni lalu. Dimana pihaknya menyatakan uang, yang dipermasalahkan itu adalah uang Khumus (harta dari umat Syi'ah yang dibayar pada Ayatollah).

Ia juga diusir dari Bahrain setelah pihak berwenang mencabut kewarganegaraannya di bulan Mei karena kasus provokasi kekerasan dan dugaan hubungan dengan kekuatan asing (diduga kuat Iran).

Namun menurut media Iran, Ayatollah dan pendukungnya membantah tuduhan tersebut.

Pemerintah Bahrain telah bertindak tegas pada kelompok Syi'ah negeri itu.

Seperti membubarkan kelompok oposisi utama, al-Wefaq dan menahan seorang aktivis HAM Syi'ah, yang diprotes oleh Barat.

Bahrain terguncang oleh peristiwa "Arab Spring" sejak 2011 lalu. Gelombang aksi protes kelompok Syi'ah akhirnya berhasil diredam paksa setelah mendapat bantuan dari negara-negara Teluk lain.

Menurut beberapa laporan, mayoritas warga Bahrain adalah penganut Syi'ah, dengan pemerintahan Raja Sunni.

Jumlah Syi'ah meningkat di Bahrain setelah selama puluhan tahun terjadi naturalisasi imigran asal Iran. (Reuters/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.