Ramainya lokasi sidang dianggap Polisi mengganggu kepentingan umum

Ahok di persidangan
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan sidang perdana kasus dugaan penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki Tjahaja Purnama pada Selasa (13/12) lalu, Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigadir Jenderal Suntana merekomendasikan agar tempat berjalannya sidang dipindahkan.

"Ada potensi (dipindah). Begitu sidang kemarin, kami diskusi dengan ketua pengadilan menyampaikan evaluasi pengamanan di dalam dan di luar bagaimana situasinya", katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Jum'at (16/12).

Ramainya Jalan Gajah Mada membuat pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas. Hal ini juga disinyalir dapat mengganggu kenyamanan penggunaan fasilitas publik.

Ramainya lokasi Persidangan di Jalan Gajah Mada menurutnya disebabkan kawasan tersebut merupakan pusat ekonomi di Jakarta.

Situasi di luar ruang persidangan kasus Ahok memang ramai dipenuhi oleh pengunjung. Kedua kubu antara pro Ahok dan yang kontra terhadap status Ahok memenuhi kawasan Jalan Gajahmada.

Puluhan pendukung Ahok menghadiri sidang untuk memberikan dukungannya. Sementara itu, kelompok Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI juga hadir sebagai kelompok yang kontra.

Kelompok dari GNPF-MUI bersikeras meminta agar terdakwa Ahok bisa segera ditahan.

Keputusan mengenai lokasi sidang lanjutan dipindahkan, Suntana mengatakan saat ini tinggal menunggu keputusan dari Ketua PN Jakarta Utara.

Kendati demikian, pihak kepolisian sudah menyiapakan beberapa tempat yang direkomendasikan. Diantaranya seperti di Cibubur dan Ragunan atau beberapa tempat lain.

"Keputusan tetap di Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara" kata Suntana.

Agenda sidang lanjutan akan kembali digelar pekan depan tepatnya hari Selasa, 20 Desember 2016. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.