Etnis Kurdi memiliki agenda daerah otonomi dengan sistem pemerintahan federal di utara Suriah

Wilayah yang ingin diklaim Kurdi Suriah


Pejabat Kurdi mengatakan, kelompok Kurdi Suriah dan sekutunya diharapkan sepakat tentang rencana sistem pemerintahan federal di utara Suriah.

Etnis Kurdi memiliki agenda daerah otonomi, saat Rusia dan Turki mencoba menghidupkan kembali solusi diplomatik perang Suriah.

"Cetak biru" daerah federasi rencananya akan disetujui lewat pertemuan 15 anggota dewan di Rmeilan, termasuk kontrak politik, menurut kepala dewan Hadiya Yousef.

"Saya berharap adanya ratifikasi karena kita telah membahas konten dengan semua kelompok politik (Kurdi dan sekutu), dan rancangan itu senada dengan konsensus", jelas Yousef.

"Kami akan memperjelas di dalam kontraknya, mengenai formasi institusi dan sistem administrasi. Dan kami akan mulai meyiapkan pemilihan suara", tambahnya.

Pemilihan akan dilakukan untuk menentukan administrasi regional, kemudian pemilihan badan utama.

Dewan, yang terdiri dari semua kelompok politik, etnis dan agama utama di daerah, bertemu mulai Selasa.

Tujuan otonomi adalah memperkuat daerah kekuasaan yang telah mereka kontrol sejak perang 2011.

Tokoh Kurdi mengatakan, tujuan mereka tidak sampai pada keinginan membentuk negara merdeka.

Rencana terebut telah muncul sejak Maret 2015. Namun, sejauh ini, rezim Basyar al-Assad dan Amerika Serikat tidak menyetujui rencana federal.

Selain itu, pengaruh milisi Kurdi yang semakin kuat di utara Suriah juga dirasa mengancam Turki. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.