Kementrian Agama menggelar Konferensi Praktik Terbaik Program Kerja Sama Peningkatan Mutu Madrasah

Siswa MTs Al Muhtariyah mempresentasikan inovasi pembelajaran IPA di madrasahnya

Kementrian Agama menggelar Konferensi Praktik Terbaik Program Kerja Sama Peningkatan Mutu Madrasah. Dalam acara ini ditampilkan tiga inovasi terbaik yang dihasilkan oleh siswa-siswi madrasah.

Inovasi pertama dibuat oleh MTs Al-Mukhtariyah di Bandung Barat. Ketiga siswa dari madrasah ini melakukan demonstrasi percobaan pembelajaran IPA terakit pengaruh serapan tanah terhadap volume air.

"Bencana banjir yang sering terjadi di Bandung Barat membuat kami tertarik melakukan percobaan ini. Hipotesis kami adalah tanah yang ditumbuhi tanaman dapat menyerap air dan mencegah terjadinya erosi tanah", kata Zulfikar Eka, salah seorang siswa dalam presentasinya.

Inovasi kedua datang dari ASN Kankemenag Pasuruan yang berhasil mengembangkan praktik lesson study melalui pemberdayaan Kelompok Kerja Madrasah (KKM).

Meski bantuan dari pemerintah Jepang melalui program JICA (Japan Internasional Cooperation Agency), program lesson study masih terus berjalan.

Inovasi ketiga ditampilkan oleh Aflatoen Indonesia. Aflatoen menampilkan praktik implementasi program mereka mengenai sosial dan finansial. Meski sudah tidak dibantu lagi oleh pemerintah melalui kucuran dana APBN, modul-modul Aflatoen msih terus dikembangkan pihak madrasah.

Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, praktik ini sengaja ditampilkan bertujuan agar para pemangku kepentingan di madrasah dapat memahami dan menyebarkan kembali informasi ini di daerah masing-masing, dengan pembiayaan dari APBN atau lembaga donor lainnya.

"Saya berharap praktik yang baik dari program kerjasama peningkatan mutu madrasah yang difasilitasi oleh berbagai lembaga donor dapat terus kita rawat dan diseminasi kepada madrasah-madrasah lainnya. Bahkan dalam waktu dekat Ditjen Pendidikan Islam akan menjalin kerjasama dengan Finlandia dalam rangka peningkatan mutu pendidikan Islam", tegas Kamaruddin.

Pengawas Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Sastro Jago Harjono mengaku tertarik dengan inovasi yang ditampilkan.

"Praktik pembelajaran yang baik ini perlu disebarluaskan ke para guru madrasah di Jakarta. Kami berharap USAID PRIORITAS bisa melatih dan mendampingi madrasah-madrasah di Jakarta", tukasnya. (kemenag.go.id)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.