Inggris ingin memperkuat ikatan dengan negara-negara Timur Tengah setelah kepergiannya dari Uni Eropa

Perdana Menteri Inggris
Perdana Menteri Inggris Theresa May berencana mengunjungi Bahrain pekan ini untuk pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (GCC). Inggris ingin memperkuat ikatan dengan negara-negara Timur Tengah setelah kepergiannya dari Uni Eropa.

"Setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa, saya bertekad untuk terus menempa diri, percaya pada masa depan kami di dunia", kata May dilansir dari Reuters.

Pertemuan akan dihadiri oleh para pemimpin Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Oman. May berencana untuk mengadakan jamuan makan malam pada Selasa (6/12) dan sidang pleno pada Rabu (7/12).

"Ada begitu banyak yang bisa kita lakukan bersama-sama, seperti kerja sama dalam mencegah serangan teroris, Investasi Teluk untuk regenerasi kota di Inggris, atau bantuan dari bisnis Inggris pada negara-negara Teluk untuk mencapai visi reformasi mereka", ujar May.

Beberapa kelompok hak asasi manusia, seperti Human Rights Watch, menyeru May untuk peduli pada hak kebebasan berekspresi, berkumpul dan berserikat, mengingat banyak lembaga menuduh pemerintahan Timur Tengah dianggap tidak memberikan hak-hak tersebut pada warga.

"Jika pemerintah berkomitmen untuk mendorong reformasi dan adanya dialog, Anda harus menggunakan pengaruh ini pada pemerintah Bahrain untuk segera menghentikan penindasan", tutur pernyataan dari berbagai lembaga kepada May.

May mengatakan, ia akan terlibat "dengan negara-negara itu dan bekerja sama untuk mendukung rencana reformasi".

"Saya berharap kunjungan ini akan membawa babak baru kerjasama Inggris dan negara-negara teluk", tutur May. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.