Sebelumnya Alfamart digugat karena memasukkan donasi konsumen dalam laporan CSR perusahaan

Toko waralaba Alfamart

Komisi Informasi Pusat memutuskan agar Alfamart, PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) harus melakukan transparansi perihal program donasi.

Pasalnya, pada tahun 2015 lalu, Alfamart telah menggabungkan laporan hasil donasi dengan laporan pertanggungjawaban Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Sedangkan UU mengatur seharusnya bentuk pelaporan dibuat terpisah.

"Hasil sumbangan harusnya dilaporkan secara terpisah dari laporan CSR Termohon (SAT) sesuai dengan UU No 40/2007 dan PP No 47/2012", bunyi putusan Majelis Komisioner yang diketuai Dyah Aryani P.

Kendati demikian, Corporate Communication GM Alfamart, Nur Rachman menampik kemungkinan penggunaan dana hasil donasi konsumen digunakan dalam program CSR perusahaan.

"Ini karena membaca laporan Annual Report kami di mana laporan donasi disatukan bab-nya dengan bab CSR bukan berarti biaya CSR menggunakan donasi konsumen. Karena bab tersebut dijelaskan apa saja kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang dijalankan perusahaan antara lain program Alfamart Class dan Outlet Binaan Alfamart", kata Nur Rachman.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin mengatakan bahwa Alfamart telah menjalin kerja sama dengan yayasan berskala nasional maupun internasional untuk mengelola, menyalurkan dan memberikan hasil donasi konsumen.

Ia menegaskan bahwa pihaknya juga melaporkan berkas laporan dana donasi tersebut kepada pihak Kementerian Sosial.

"Dana donasi yang terkumpul melalui kasir 100 persen diserahkan ke yayasan, seperti PMI, UNICEF, Kick Andy Foundation. Tidak ada (donasi) digunakan buat CSR perusahaan apalagi usaha perusahaan", kata Solihin, Jum'at (23/12).

Pihak penggugat asal Tangerang Selatan, Mustolih Siradj, menjelaskan salah satu alasannya menggugat Alfamart lantaran perusahaan itu mengatasnamakan sumbangan donasi masyarakat itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan.

Padahal, menurutnya, dana CSR seharusnya diambil dari keuntungan perusahaan dan tidak semestinya diambil dari luar perusahaan misalnya dari hasil penggalangan dana sumbangan dari masyarakat.

"Dana donasi Alfamart dijadikan sebagai bagian dari CSR perusahaan. Padahal CSR berasal dari laba keuntungan perusahan. Ini sesuatu yang perlu diluruskan dan tidak poleh terjadi. Harusnya Alfamart mengatakan bahwa sumbangan itu berasal dari masyarakat, bukan CSR", katanya. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.