Kepala Polri, Jenderal Tito Karnavian melarang organisasi masyarakat melakukan aksi sweeping ke berbagai tempat terkait Fatwa MUI

Aksi ormas Islam yang mengaku dari kelompok Front Pembela Islam melakukan aksi massa ke beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya pada Minggu (18/12).

Kepala Polri, Jenderal Tito Karnavian melarang organisasi masyarakat melakukan aksi sweeping ke berbagai tempat terkait Fatwa MUI yang berisi penjelasan mengenai pengenaan atribut perayaan natal.

"Ada juga yang menggunakan istilah sosialisasi, tapi datangnya ramai-ramai, membuat rasa takut. Ini kita larang dan kita tertibkan", kata Kapolri Tito Karnavian di Jakarta, Senin (19/12).

Fatwa MUI dianggap bukan hukum yang mengikat. Fatwa tersebut juga bukan hukum positif yang berlaku di Indonesia, jelas Tito.

Karenanya, menurut Tito, bentuk sosialisasi juga tidak boleh ada unsur pemaksaan apalagi dilakukan dengan membawa sejumlah massa sehingga dapat membuat takut masyarakat, tambahnya.

Penegasan ini sebagai tanggapan pihak kepolisian atas keluhan sebagian orang atas tindakan kelompok Front Pembela Islam (FPI) yang menerjunkan massa ke beberapa pusat perbelanjaan di Surabaya, Minggu (18/12) lalu.

Juru bicara Polda Jatim, Kombes Frans Barung, mengatakan kehadiran polisi saat itu bukan mengawal aksi massa, melainkan untuk mengamankan aksi massa FPI tersebut agar tidak tidak terjadi hal tak diinginkan.

"Tidak ada polisi yang mengawal, yang ada adalah polisi menjaga keamanan semua pihak", kata Frans Barung. (BBC Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.