Namun gangguan seorang warga kali ini tidak bisa dilaporkan ke Bawaslu ataupun Polisi

Herianudin keberatan Ahok mewawancarai warga
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat mendapat penghadangan dari warga. Ahok mengaku tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu.

Menurutnya penghadang itu hanya menanyakan maksud kedatangannya. Ia tidak akan memperpanjang masalah tersebut.

"Kalau diucapkan (penolakan kampanye), saya lapor. Dia cuma bilang, 'Bapak kenapa ke sini nggak lapor RT, kenapa Bapak wawancara orang itu'. Dia nggak bilang soal tolak kampanye. Nggak bisa (lapor Bawaslu), kecuali dia tolak akan kita rekam nih dia", kata Ahok.

Warga yang mempertanyakan tersebut bernama Herianudin, yang diketahui sebagai simpatisan FPI.

Ketua FPI DKI Novel Bamukmin menyebut Herianudin dekat dengan warga sekitar. Ia pernah menjadi Ketua FPI Pasar Minggu dan sekarang hanya berstatus simpatisan.

"Herianudin itu bukan lagi Ketua FPI Pasar Minggu. Sudah 3 tahun yang lalulah itu. Dia sekarang simpatisan saja. Dia memang dekat dengan warga sekitar di sana", kata Novel kepada Detikcom, Jumat (30/12).

Inilah dialog lengkap antara Herianudin dengan Ahok:

Ahok: A, Herianudin: H

H: Pak jangan diwawancara dong itu, bukan warga sini mereka. Mereka nggak punya KTP sini.

A: Kenapa? Saya cuman bilang anak-anak harus diselamatkan harus divaksin yang penting sehat.

H: Kami ini warga DKI asli. Mereka sudah kami data semua. Kalau seandai bapak ini wawancara mereka nggak melibatkan semua warga di sini maka nggak ada urusannya.

A: Ini bukan wawancara kok.

H: Saya paham mereka dari saya sudah ada datanya.

A: Ini bukan wawancara, saya paham, kami sudah memantau mereka semuanya. Makanya mereka yang minta foto, saya foto saja sama mereka.

Warga lain: Bapak ini undangan dari siapa pak?

A: Nggak ada undangan kok, cek sungai saja. Saya boleh dateng dong.

H: Sah-sah saja pak datang ke mana saja.

A: Kenapa enggak boleh datang saya?

H: Kalau datang di mana saja, sah-sah saja. Tapi ini kan momentumnya bukan (terkait) Pilkada kan?

A: Saya pilkada mau pilkada atau enggak, pilkada juga saja hak kan saya. Ini kan masa kampanye saya, sah saya dateng ini kampanye. Saya mau kampanye teriak nomor 2 naikin.

H: Ya sah boleh kan enggak, tapi enggak ada laporan ada RT enggak ada laporan RW-nya enggak. Ini Babinsa kenapa di sini?

A: Enggak perlu, enggak perlu (laporan) kan bebas. Bebas pak, cek sungai ini.

H: Memang bebas ini wewenangya bapak, masih ada wewenangnya.

A: Terus kamu maunya apa?

H: Saya menolak warga sini

A: Kamu enggak terima, kamu kalau menolak, kamu daftar resmi bisa saya gugat

H: Saya nggak mau gugat, saya siap kalau digugat.

A: Ya sudah. Catat namanya kalau gitu, nolak saya catat namanya.

H: Catat nama saya. Nama saya Herianudin.

Warga lainnya: Warga lain nggak ada yang menolak, saya warga sini, saya mendukung

A: Makanya masa saya enggak boleh ke sini. Kenapa kita enggak boleh datang gitu lho

Setelah bercakap-cakap dengan Herianudin, Ahok lalu tetap blusukan. Herianudin yang ditanya wartawan kemudian mengaku sebagai Ketua FPI Pasar Minggu.

"Nih lihat KTP saya. Saya Ketua FPI Pasar Minggu", ujar Herianudin. (Detikcom/Kompas)

Berikut videonya:


Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.