Netizen memandang pengusiran JT ngawur, karena mereka tak pernah terlibat polemik

Seorang oknum intoleran berkomentar buruk soal ikhwan JT
Kasus pengusiran sekelompok peserta dakwah dari kalangan Jama'ah Tabligh masih hangat dibahas netizen.

Sebagian besar dari mereka mengutuk sikap intoleran yang ditunjukkan oleh oknum-oknum provokatif yang melakukan pengusiran dan sikap tidak menyenangkan.

Mereka memandang pengusiran itu adalah sikap yang konyol dan ngawur. Pasalnya JT adalah gerakan dakwah kepada sesama Muslim yang selama ini tidak pernah terlibat masalah atau keonaran.

Bahkan, JT banyak merangkul aparat berwenang hingga tingkat Jenderal di seluruh tanah untuk aktif dalam kegiatan-kegiatannya.

Jadi, jika rombongan dianggap bisa menimbulkan masalah, maka itu asumsi tidak tepat. Apalagi dikaitkan dengan kelompok radikal hanya karena penampilan.

"Kenapa (kalau dicurigai) nggak didampingi aja selama mereka dakwah? Kalau cuma ngusir itu sudah cukup contoh ketidakmampuan masyarakat sana menjaga keamanannya sendiri. Kedua, aparat sana males kerja, males jaga-jaga, males repot... Semua kegiatan ibadah nggak ada salahnya mereka bantu jaga. Sama-sama jaga kegiatan ibadah masing-masing", tulis seorang netizen.

Seperti diketahui, rombongan yang berasal dari Makassar datang ke NTT untuk menjalankan misi dakwah dan silaturahmi dengan Muslim setempat.

Namun, ketika baru mendarat, tanpa alasan yang jelas pihak-pihak intoleran memberikan intimidasi dengan perkataan tidak menyenangkan.

Salah satu oknum intoleran yang berada di lokasi ikut merekam video. Ia menyebut rombongan JT dengan kata-kata tidak pantas sebagai binatang tertentu.

"Ini muka Anj*ng-Anj*ng.. Woeh! Ko (kau) muka (hadap) sini!", kata perekam video itu.

Seorang lelaki lain (diduga pihak berwenang) berbicara pada rombongan itu memberikan pernyataan bahwa kenampakan rombongan JT itu sangat riskan.

"Itu-itu sangat riskan kalau lihat-lihat seperti ini..", katanya, merujuk untuk mencegah hal tidak diinginkan.

Sementara itu, akun oknum intoleran yang berada di lokasi juga sempat memposting status saat mengusir JT serta memuji aksi kelompok yang disebut 'Brigade Meo'.

Komentar penuh caci maki segera menghiasi status itu menjelekkan rombongan JT. Bahkan ada yang menyamakan rombongan itu dengan ISIS yang mengancam NTT.

Meski status-status provokatif itu telah dihapus, namun screenshoot telah menyebar di kalangan netizen dan menimbulkan kecaman.

Dalam sebuah pesan yang viral, sikap intoleran terhadap JT adalah sesuatu yang miris di bumi NKRI.

"Miris, rombongan dakwah yang hendak melakukan safari dakwah dari masjid ke masjid, Kamis kemarin, bersilaturahmi mengunjungi saudara seiman, dicegat dan diusir ketika baru saja mendarat di bandara NTT.
Sebagai warga negara mereka berhak ke mana saja di wilayah NKRI. Mereka juga membawa surat jalan dan identitas lengkap sesuasi tertib yang diterapkan Jama'ah Tabligh.

Diantara Jama'ah Tabligh juga ada yang TNI, polisi hingga berpangkat jendral. Bahkan Bupati Lombok saat ini sedang melakukan perajalanan dakwah 40 hari sebagaimana jama'ah yang diusir tersebut.

Markas Tabligh di NTT:
- Masjid Nurul Falaq, Labuhan Bajo.
- Masjid Postoh, Laramunta."


Seorang pengguna Facebook yang pernah aktif di JT menyebut bahwa penghinaan (rintangan) itu hal yang biasa dan sudah seharusnya umat Islam meneguhkan keimanannya untuk berdakwah.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.