Hubungan diplomatik Israel dan Selandia Baru resmi berakhir setelah ditariknya Dubes Israel dari Selandia Baru

PM Israel, Benjamin Netannyahu

Lolosnya resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang mengecam pembangunan pemukiman Yahudi di Palestina membuat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netannyahu, kebakaran jenggot.

Seminggu sebelum disahkannya resolusi, Netanyahu diberitakan menghubungi Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Murray McCully.

Dikutip The Guardian pada Kamis (29/12), Netannyahu mengatakan kepada Murray bahwa resolusi DK PBB adalah sebuah keputusan yang memalukan.

Ia juga mengancam apabila Muray turut mendukung resolusi tersebut, maka keputusan tersebut sama saja dengan pernyataan perang terhadap Israel.

"Ini adalah keputusan memalukan. Saya minta anda tidak mendukungnya dan tidak mempromosikannya. Jika anda melanjutkan promosi resolusi ini, maka dari sudut pandang kami itu adalah sebuah deklarasi perang. Ini akan memutuskan hubungan dan akan ada konsekuensi", bunyi pernyataan keras Netanyahu kepada Murray.

Namun, ancaman tersebut nampaknya tidak diindahkan Murray. Ia menegaskan dukungan terhadap resolusi merupakan kebijakan negara.

Israel menanggapi dengan sangat serius kepada pihak manapun yang mendukung resolusi tersebut.

Hubungan diplomatik antara Israel dan Selandia Baru pun resmi berakhir setelah ditariknya Dubes Israel, Itzhak Gerberg dari Selandia Baru.

Langkah lainnya juga diambil Netannyau sebagai imbas dari resolusi yang mengecam pembangunan pemukiman Yahudi.

Selain memulangkan dubesnya dari Wellington, Israel juga menyetop bantuan dana ke sejumlah badan PBB dan Senegal.

Bersama Selandia Baru, sejumlah negara ikut berpartisipasi dalam lahirnya resolusi , diantaranya ialah Venezuela, Senegal dan Malaysia. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.