Kini kelompok militan menjadi seperti gerilyawan karena tak punya wilayah de facto

Bendera Libya

Pasukan Libya baru saja menyelesaikan pertempuran mereka dengan ISIS pada Selasa (6/12). mereka berhasil mengalahkan ISIS di basis terakhir mereka di Sirte.

Pasukan keamanan mengambil alih setelah pertempuran selama beberapa jam di distrik Ghiza Bahriya. Puluhan wanita dan anak-anak berhasil diselamatkan.

Juru bicara pasukan Rida Issa mengatakan, patroli akan terus dilakukan hingga mereka yakin seluruh area telah aman.

"Kami masih harus mengamankan daerah di sekitar sirte", ucapnya.

Kekalahan di Sirte membawa kemunduran yang besar bagi ISIS, sehingga mereka tidak lagi memiliki daerah teritori. Namun, masih terdeteksi beberapa kelompok di wilayah-wilayah yang lebih kecil.

ISIS menguasai Sirte sejak 2015, dan menjadikan kota tersebut sebagai kubu terbesar di luar wilayah timur tengah.

Militan memberlakukan aturan yang sangat keras kepada warga, dan berusaha memperluas wilayah mereka hingga 250 km di pesisir Mediterania.

Mentri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan: "ini merupakan berita yang menggembirakan. Kekalahan ISIS adalah sebuah tindakan heroik, pasukan pembebasan berhak untuk diberikan ucapan selamat".

Pasukan keamanan didominasi oleh kelompok pejuang dari Misrata. Serangan telah dimulai sejak Mei lalu.

Mereka melakukan serangan dengan cepat menuju pusat Sirte sebelum bom bunuh diri, penembak, dan ranjau merintangi.

Lebih dari 700 pejuang meninggal dan 3200 orang mengalami luka-luka. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.