Milisi Syi'ah bertanggung jawab atas checkpoint di lapangan, dan diyakini mereka tidak setuju hasil kesepakatan Rusia-Turki

Warga mencoba mengungsi ke daerah lain yang masih dikuasai oposisi (Suriah, Reuters)

Evakuasi warga dan pihak oposisi dari Aleppo ditunda hingga Kamis. Pihak oposisi dan Turki menyalahkan pihak Assad dan milisi Syi'ah sekutunya atas penundaan.

"Yang menghambat perjanjian saat ini adalah sikap keras kepala Iran", ujar seorang komandan oposisi dari kelompok Nuruddin Zenki, dikutip dari Reuters.

Seorang pejabat militer pro-Assad mengatakan, evakuasi seharusnya dimulai pukul 05:00 waktu setempat, dimana oposisi mengharapkan kelompok pertama yang terdiri dari korban terluka dapat pergi lebih dulu.

Namun, tidak ada yang pergi saat fajar tiba. Seorang saksi mata mengatakan, 20 bus sedang menunggu di titik yang disepakati untuk keberangkatan, tapi tidak menunjukkan tanda-tanda akan bergerak ke distrik oposisi.

Sumber lain menjelaskan, milisi Syi'ah ingin evakuasi ini ditukar dengan evakuasi kota Syi'ah di Idlib.

Milisi itu memang bertanggung jawab atas titik pemeriksaan (checkpoint) di lapangan, dan diyakini mereka tidak setuju dengan hasil kesepakatan Rusia-Turki.

Secara terpisah, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan 6.000 warga sipil dan 366 pejuang telah meninggalkan Aleppo selama 24 jam terakhir. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.