Inggris dan Perancis mengajukan draft resolusi yang melarang penjualan dan suku cadang untuk helikopter rezim Suriah

Halikopter Assad jatuhkan bom Birmil tanpa akurasi

Inggris dan Perancis mengajukan draft resolusi kepada Dewan Keamanan PBB yang melarang penjualan maupun suku cadang untuk helikopter rezim Suriah.

Keduanya juga meminta agar memasukan 11 komandan militer dan pejabat Suriah ke dalam "daftar hitam".

Salah satu pejabat yang berpotensi masuk dalam daftar hitam adalah kepala pusat penelitian dan studi Ilmiah Suriah.

Ia diduga bertanggung jawab atas pengembangan dan produksi senjata kimia beserta misil untuk meluncurkannya.

Sanksi yang akan diberlakukan diantarnya pembekuan aset dan larangan perjalanan.

PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menduga bahwa pemerintah Assad telah menggunakan gas klorin dalam pertempuran, sementara militan ISIS menggunakn gas mustard.

Gas klorin dijatuhkan dari helikopter yang berasal dari skuadron 235 dan 255

Tuduhan ini disangkal oleh pihak rezim Assad.

15 negara anggota DK PBB telah mendiskusikan resolusi ini secara informal sejak Selasa (20/12).

Rusia, negara pemegang hak veto yang merupakan sekutu Assad, dengan jelas menolak usulan tersebut. Duta Besar Rusia mengatakan, tidak ada cukup bukti bagi DK PBB untuk memberikan sanksi.

"Kami harap dapat melakukan pemungutan suara sebelum akhir tahun", ujar Dubes dari Inggris di PBB, Matthew Rycroft.

Sementara Menlu Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan: "tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa kejahatan harus mendapatkan ganjarannya. saya tidak bisa membayangkan ada negara yang sanggup menutup mata atas penggunaan senjata kimia"

Penggunaan gas klorin telah dilarang dalam konvesi senjata kimia. Suriah tergabung dalam perjanjian tersebut pada 2013. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.