Ribuan Ponpes menolak yayasan buatan Hary Tanoe

Pernyataan sikap dari Ponpes di Sumbar
Sebanyak 3496 pondok pesantren (ponpes) di provinsi Banten menolak mengakui keberadaan Yayasan Peduli Pesantren milik Hary Tanoesoedibjo.

Keputusan ini didasarkan pada pernyataan yang dikeluarkan oleh Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (YSPP) Provinsi Banten.

YSPP juga telah secara resmi menolak keberadaan PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) dan perusahaan PT. Nippon Indosari Coprpindo Tbk (Sari Roti).

Pernyataan sikap FSPP ini ditandatangani oleh empat ulama yang mewakili 3496 pondok pesantren di Provinsi Banten.

Tindakan serupa juga dilakukan oleh pesantren-pesantren di Jawa Timur dan Sumatera Barat.

Pada Sabtu (10/12) lalu di Gedung Aula Perguruan Diniyah Putreri Padang Panjang, para pimpinan dari berbagai pondok pesantren di Sumatera Barat menyatakan sikap terkait adanya Yayasan Peduli Pesantren milik Hari Tanoesoedibjo ini.

Mereka telah sepakat menolak tindakan apapun yang dilakukan YPP terhadap seluruh pesantren di Sumatera Barat.

Ketua MUI Sumatera Barat, Buya Dr H Gusrizal Gazahar Lc MA menegaskan bahwa pondok-pondok pesantren di sana tidak akan menerima bantuan dari non-Muslim yang punya niat politis.

Pimpinan Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang yang juga pemrakarsa kegiatan tersebut, Fauziyah Fauzan MSi menegaskan, pembentukan YPP merupakan penghinaan bagi dunia pesantren.

“Kalau saya bersama Buya-buya di sini membuat lembaga peduli sekolah Katolik kemudian memberi santunan ke sekolah-sekolah Katolik, tentu pengurus gereja akan tersinggung. Begitu juga kami. Seakan-akan dengan adanya YPP ini mengesankan bahwa pesantren tidak ada yang mempedulikan”, jelasnya.

Berikut berturut-turut isi pernyataan sikap yang dikeluarkan FSPP Provinsi Banten, Jumat (9/12) dan Sumatera Barat, Sabtu (10/12);

Dengan memohon petujuk dan ridha Allah SWT, kami ulama dan Kiyai Pimpinan Pondok Pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten yang mewakili 3496 Pondok pesantren, setelah mencermati dan mengkaji dengan seksama perkembangan pemberitaan Metro TV yang sering mendiskreditkan umat Islam, keberadaan Yayasan Peduli Pesantrean (YPP) yang kiprahnya sarat dengan kepentingan politik dan kepitalisme serta sikap tidak simpatik PT. Nippon Indosari Coprpindo Tbk selaku perusahaan produk “sari roti” terhadap aksi 212, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut

1. Menolak keberadaan YPP yang diketuai oleh Hari Tanoesoedbyo (HT) karena kiprahnya sarat dengan kepentingan politik dan kapitalisme dan eksistensinya cederung mengancam asosiasi-asosiasi pondok pesantren di seluruh Indonesia yang telah berkhidmat dengan ikhlas membina akidah dan kehidupan keumatan yang harmonis selama puluhan tahun.


2. Kepada umat Islam agar memboikot Metro TV dan mengajak elemen umat Islam untuk bersatu melawan aspirasi penolakan terhadap metro TV agar menjadi gerakan nasional penolakan terhadap Metro TV dengan cara menghapus channel Metro TV pada setiap TV milik umat Islam dan mendesak instansi terkait memeriksa dengan serius proporsionalitas dan profesionalisme pemberitaannya.


3. Menyerukan kepada umat Islam agar memboikot produk makanan merk “sari roti” yang diproduksi oleh PT. Nippon Indosari Coprpindo Tbk dan mengalihkan konsumsinya pada merk lain yang halal dan memiliki kepedulian terhadap umat Islam.


4. Menolak kecenderungan kriminalisasi setiap aspirasi umat Islam yang bernada koreksi (muhasabah) terhadap kekuasaan dan penguasa dengan menggunakan UU informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan UU makar sebagai alatnya.


5. Menyerukan kepada umat Islam terutama lembaga pondok pesantren untuk memasifkan gerakan belanja ke warung muslim dengan mengesampingkan toko-toko waralaba non muslim karena keberadaannya mematikan warung-warung kecil milik umat Islam.


Demikian pernyataan sikap ini disampaikan agar menjadi perhatian semua pihak. Semoga Allah SWT melindungi dan memuliakan umat Islam di Indonesia dan dunia.


Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten
1. KH. A, Maimun Ale, Lc, MA (Ketua Presidium)
2. Dr. KH. Ikhwan Hadyyin, MM (Anggota Presidium)
3. Drs. KH. Shodiqin, MSi (Anggota Presidium)
4. KH. A. Matin Jawahir (Anggota Presidium)


Lalu dari Sumatera Barat

Bismillahirrahmanirrahiim
Forum Pondok Pesantren Sumatera Barat, dengan mengharapkan petunjuk dan ridha Allah Subhana wa Ta'ala, kami para ulama dan pimpinan pondok pesantren Sumatera Barat telah mencermati perkembangan yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Yaitu: diresmikannya Yayasan Peduli Pesantren (YPP) oleh Bapak Hary Tanoe di MNC Financial center yang bertujuan memberikan bantuan kepada pesantren. Maka dengan ini kami menyatakan sikap: Menolak keberadaan Yayasan Peduli Pesantren (YPP) dan menolak semua program yang ditawarkan oleh YPP kepada pondok pesantren di Sumatera Barat dengan alasan,


1. Karena mengesankan seakan-akan pesantren tidak ada yang mempedulikan. Kenyataannya pesantren berada dibawah kordínasi Direktorat Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama Republik Indonesia. Dimana pondok pesantren Sumatera Barat tetap menginduk ke Kementrian Agama Repubbk Indonesia serta berada dalam jaringan asosiasi pondok pesantren.


2. Keberadaan YPP memiliki kecendrungan politis yang akan dapat memecah kesatuan dan persatuan umat Islam khususnya kalangan pesantren, olah karena itu kami menghimbau seluruh Pondok Pesantren dl Indonesia untuk lebih mengedepankan tujuan jangka panjang membina generasi pelanjut Umat Islam dlbandingkrn kepentingan sesaat yang menjebak.


3. Pondok Pesantren adalah lembaga independen yang menjadi bagian perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Sejarah mencatat banyak pesantren menjadi markas pejuang kemerdekaan melawan penjajah bahkan ikut membiayai perjuangan kemerdekaan. Maka dengan ini pesantren tetap menjadi lembaga Independen yang tidak dapat dipengaruhi kepentingan manapun, dan akan tetap selalu menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Dan kami merekomendasikan:


Kepada Kementrian Agama RI untuk menentukan sikap atas terjadinya upaya-upava yang meresahkan kalangan Pondok Pesantren oleh Yayasan Peduli Pesantren.


Kepada Kementrian Hukum dan Perundangan Rl agar menetapkan kode etik pendirian Yayasan dan penetapan nama Yayasan yang tidak memunculkan keresahan umat.


Untuk Forum Pondok Pesantren Sumatera Barat agar mendirikan Badan Wakaf Pesantren Sumatera Barat.
Demikianlah surat pernyataan ini dibuat untuk dapat dimaklumi.


Padang Panjang, 10 Desember 2016 / 10 Rabiul Awal 1438H
Perwakilan Pondok Pesantren Sumatera Barat
– Ponpes Subulussalam
– Sumatera Thawalib Parabek
– Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang
Mengetahui:
Buya Gusrizal Gazahar (Ketua Umum MUI Sumatera Barat)


Sumber: (Suara Muhammadiyah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.