Gencatan senjata nasional telah diberlakukan di Suriah pada Jum'at (30/12). Perjanjian ini diprakarsai oleh Turki dan Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin (Reuters)

Gencatan senjata nasional telah diberlakukan di Suriah pada Jum'at (30/12). Perjanjian ini diprakarsai oleh Turki dan Rusia, dan diumumkan secara resmi oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Namun, dalam dua jam pertama, pertempuran antara oposisi dan pasukan Assad dilaporkan masih terjadi di sepanjang perbatasan provinsi Idlib dan Hama.

Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan, AS dapat bergabung dalam proses perdamaian setelah Donald Trump resmi menjabat 20 Januari mendatang.

Ia juga berharap beberapa negara lain akan ikut serta, seperti Mesir, Arab Saudi, Irak, Qatar, Jordan, hingga PBB.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, beberapa kelompok oposisi telah menandatangani persetujuan.

Juru bicara dari salah satu kelompok FSA menegaskan akan mematuhi gencatan senjata. Namun dilaporkan ada 2 kelompok yang menolak menandatangani, salah satunya adalah Nuruddin Zenki.

Sebelumnya, oposisi meminta sejumlah syarat terkait perjanjian kali ini, yaitu tidak melibatkan ISIS dan milisi Kurdi, Rusia menjamin menahan rezim Assad, tidak ada perebutan wilayah baru, serta bantuan kemanusiaan ke wilayah terkepung yang diimplementasikan oleh Rusia dan Turki.

Pemerintah Assad dan beberapa kelompok penentang telah menandatangani berbagai dokumen secara terpisah.

Diantaranya perjanjian gencatan senjata itu sendiri, persetujuan pengawasan, dan kesiapan terkait perundingan politik.

Komandan FSA, kolonel Fares al-Bayoush mengaku optimis akan perjanjian ini.

"Kali ini saya percaya akan keseriusan mereka. Ada masukan internasional yang baru", ujarnya.

Persetujuan gencatan senjata terakhir diprakarsai oleh AS dan Rusia, bulan Februari dan September lalu.

Namun, perjanjian tersebut hanya bertahan beberapa hari, dimana 2 belah pihak saling menuding pelanggaran perjanjian.

Perundingan politik selanjutnya akan dilakukan di Astana, Kazakhstan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.