Dengan wilayah sempit, apapun yang dijatuhkan di Aleppo hampir pasti berdampak jatuhnya korban

Akhir dari perjuangan Aleppo
Pasukan rezim Suriah kembali menggempur di secuil wilayah terakhir yang dikuasai oposisi di Aleppo timur.

Menimbulkan kekhawatiran bahwa kesepakatan mengevakuasi warga sipil dan pejuang dari kota hancur mungkin tidak dipatuhi.

"Ada artileri (diluncurkan) sekarang... ketika saya berbicara ini", kata Zouhir Al-Shimale, seorang jurnalis di Aleppo timur, kepada Al-Jazeera.

"Tak ada bentrokan", katanya, menjelaskan kelompok-kelompok pejuang tidak melawan saat awal gempuran itu.

"Ada korban luka, tapi kami tidak tahu berapa banyak. Kami tidak bisa pergi ke luar karena serangan yang membabi buta", tambahnya.

Kelompok pemantau SOHR juga mengatakan serangan bisa didengar pada Rabu (14/12), tapi asalnya tidak jelas.

Seorang komandan oposisi mengatakan, pasukan Assad melancarkan bombardir baru dan melanggar gencatan senjata dicapai pada Selasa malam.

Sumber-sumber medis mengatakan kepada Al-Jazeera, bahwa bom cluster digunakan di kawasan al-Zabdiyeh serta di tempat lain di wilayah oposisi tersisa.

Kementerian pertahanan Rusia mengkonfirmasi pasukan Assad melanjutkan serangan, dan mengklaim kelompok oposisi melanggar gencatan senjata pada Rabu pagi, menurut kantor berita Rusia Interfax.

Sementara TV pro Assad menyebut oposisi meluncurkan mortar di barat kota dan menewaskan 7 orang.

Saat ini wilayah oposisi hanya tersisa kurang dari 5 km persegi, dan diperkirakan masih terdapat sekitar 80 s/d 100 ribu warga sipil. Sehingga apapun yang dijatuhkan hampir pasti berdampak jatuhnya korban. (Al-Jazeera)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.