Dewan Keamanan PBB akan melakukan voting mengenai tuntutan gencatan senjata di Aleppo

Dewan Keamanan PBB

Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara pada Senin (5/12) ini waktu AS mengenai resolusi tuntutan gencatan senjata di Aleppo, Suriah.

Resolusi ini akan mengatur mengenai akses bantuan kemanusiaan terhadap penduduk yang terperangkap.

Mesir, Selandia Baru dan Spanyol jadi pihak yang menyusun teks tersebut. Menyerukan gencatan senjata dilakukan minimal tujuh hari, setelah negosiasi panjang dengan Rusia yang merupakan sekutu Basyar al-Assad.

Spanyol sendiri baru saja mengambil alih posisi pimpinan dewan itu untuk bulan Desember.

Masih belum jelas apakah Moskow akan menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi tersebut.

Rusia juga mengusulkan gencatan senjata, namun hanya hanya 24 jam, dan mengecualikan kelompok-kelompok jihadis seperti Jabhah Fathu Syam.

Rancangan resolusi menetapkan bahwa "semua pihak dalam konflik Suriah harus menghentikan serangan-serangan di kota Aleppo agar memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan yang sangat mendesak selama minimal tujuh hari, serta dapat diperpanjang".

Rancangan itu juga berisi seruan untuk menyalurkan pasokan bantuan bagi puluhan ribu warga sipil yang terkepung di timur Aleppo. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.