Qatar menyebut pemerintah Assad melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan

Foto Ilustrasi

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani membatalkan perayaan hari nasional demi menunjukkan solidaritas bagi Aleppo atas insiden penembakan yang dilakukan oleh pasukan rezim Suriah.

"Demi solidaritas kami pada warga Aleppo, yaitu mereka yang mengalami penindasan dan penyiksaan terburuk, pengusiran, dan genosida, maka Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, Emir Qatar, telah memerintahkan pembatalan semua perayaan hari nasional", jelas pemerintah Qatar sebuah pernyataan.

Qatar berencana merayakan hari nasional yang jatuh pada 18 Desember melalui sebuah parade di sepanjang corniche Doha, juga berbagai acara budaya, hingga pesta kembang api di malam hari.

Pembatalan dilakukan setelah pasukan rezim Suriah melancarkan serangan ke wilayah terakhir oposisi di Aleppo timur, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kesepakatan evakuasi warga sipil dan pejuang.

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani menyebut pemerintah Assad melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, oposisi akan terus berjuang melawan rezim meski telah kehilangan Aleppo.

"Situasi kemanusiaan di sana merupakan sebuah bencana, tidak ada rumah sakit yang beroperasi saat ini, warga terluka dan ada mayat yang tidak bisa dievakuasi karena dikepung", kata Al-Thani.

Tahun 2014, perayaan Idul Fitri di Qatar juga pernah dibatalkan demi solidaritas dengan rakyat Gaza.

Saat itu, serangan udara Israel dan pemboman intens mengakibatkan 2.251 orang Palestina meninggal dan ribuan lainnya terluka.

Lebih dari 12.000 rumah hancur, sedangkan 100.000 bangunan lainnya mengalami kerusakan. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.