Presiden juga mencoba untuk menjajaki adanya direct trade dengan Iran

Presiden Jokowi kala bertemu pemimpin spiritual Syi'ah Iran
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kenegaraan  ke Iran menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama.

Diantaranya dalam bidang energi dan migas yang merupakan fokus kunjungan kerja itu.

Salah satu yang disepakati adalah pengelolaan bersama dua ladang minyak di Ab-Teymoura dan Mansouri.

Selain itu, terdapat kerja sama pembangunan kilang minyak (refinery) berkapasitas 300 ribu barel dengan nilai investasi mencapai USD 5 miliar.

"Ada satu patungan yang akan dijalankan untuk membangun refinery atau pengolahan minyak mentah menjadi minyak jadi di daerah Jawa Timur itu antara perusahaan minyak Iran dengan pihak swasta di Indonesia. Jadi bagi Indonesia ini B2B (Business to Business) menurut saya ini bagus sekali, tadi Bapak Presiden juga sangat apresiasi", ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan disampaikan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jakarta, Kamis (15/12).

Kedua kepala negara juga sepakat meningkatkan kembali nilai perdagangan yang terus mengalami penurunan selama lima tahun terakhir.

"Perdagangan antara kedua negara terus menunjukkan penurunan. Pada tahun 2015, perdagangan kedua negara hanya mencapai angka USD 300 juta dan ini angka yang kalau kita bandingkan dari angka 2011, maka di tahun 2011 kita sempat mencapai nilai perdagangan USD 1,8 miliar", ungkap Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Oleh sebab itu, sejumlah langkah terobosan akan dilakukan Jokowi guna meningkatkan ekspor tanah air yang melimpah, seperti kertas, kopi dan cocoa.

"Presiden juga mencoba untuk menjajaki adanya direct trade dengan mereka (Iran) sehingga produk Indonesia dari segi harga akan lebih kompetitif kalau dilakukan perdagangan secara langsung dengan mereka (Iran) daripada harus melalui pihak ketiga", ujar Retno.

Dalam kesempatan ini pula, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan harapannya terhadap peningkatan pariwisata antar kedua negara dengan adanya rute penerbangan langsung dari Jakarta-Teheran.

Hal ini menunjukkan peran aktif kedua negara dalam mengatasi masalah people to people contact.

"Kita akan coba hitung bagaimana nanti pelaksanaannya, tetapi in prinsip kedua pemimpin sepakat mengenai pentingnya upaya bersama untuk meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata", ucap Retno.

Setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke India dan Iran, Presiden Joko Widodo dan rombongan kembali ke tanah air, Rabu (14/12) pukul 22.00 waktu setempat (WS).

Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (15/12), Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 mendarat terlebih dahulu di Bandara Internasional Sultan Iskandar Banda Aceh. Sebagai lawatan lagi terhadap korban gempa Aceh.

Dari Banda Aceh, Presiden dan Ibu Negara melanjutkan kunjungan kerja ke Bireuen dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Di Bireuen, Presiden akan melihat proses penanganan pasca bencana gempa Pidie Jaya yang terjadi pada Rabu, 7 Desember 2016 lalu.

Kunjungan kerja Presiden ke Aceh ini merupakan yang kedua dalam seminggu terakhir. (Okezone/Tribunnews)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.