Tiga orang yang ditangkap diduga terkait jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara

Suasana di sekitar TKP
Bom berdaya ledak tinggi yang ditemukan polisi di Bintarajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu sore, kabarnya direncanakan untuk diledakkan di Istana Merdeka Jakarta saat serah terima jaga Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

"Bom itu sedang dipersiapkan oleh tiga orang terduga teroris bernama Nur Solihin, Agus Supriyadi dan seorang perempuan Dian Yulia Novi", kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota AKP Erna Ruswing di Bekasi, Jabar, Sabtu, dikutip Antaranews.

Menurut AKP Erna Ruswing, keterangan diperoleh dari para tersangka usai ditangkap petugas di sejumlah lokasi berbeda, Sabtu sore.

Dian Yulia Novi (26) warga Jatimulya RT18 RW06 Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditangkap polisi di lokasi persembunyiannya sebuah kontrakan bertempat di Jalan Raya Bintarajaya 8 RT4 RW9, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pukul 16.00 WIB.

"Dian tinggal di kontrakan milik Opung Mangun dan yang bersangkutan baru mengontrak selama lima hari", katanya.

Dian diketahui akan berperan sebagai pelaku peledakan bom di Istana berdasarkan "surat wasiat" yang dititipkannya kepada keluarga.

"Bom aktif yang terdapat di lokasi itu merupakan bom yang akan diledakkan oleh seorang pengantin (tumbal bom) perempuan", katanya.

Dikatakan AKP Erna, kronologis kejadian itu bermula saat polisi melakukan pengintaian terhadap aktivitas terduga teroris itu dari daerah Solo ke Jakarta terhadap kendaraan B - 1578-GFX yang ditumpangi oleh Nur Solihin.

Setibanya di Jakarta, kendaraan itu menjemput Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi yang membawa sebuah kardus.

Selanjutnya Dian diantar ke kantor pos sekitar daerah Bintara Kota Bekasi untuk mengirim kardus tersebut ke keluarganya di Cirebon.

Kemudian polisi menyita paket tersebut yang diketahui isinya adalah barang-barang berupa pakaian dan surat wasiat Dian kepada kedua orang tuanya.

"Ada pun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi ingin melakukan amaliyah (bom bunuh diri)", katanya.

Usai ke kantor pos, Nur Solihin, Agus Supriyadi dan Dian Yuli Novi menuju ke kontrakan di Jalan Bintarajaya 8 Kota Bekasi.

Di lokasi itu, Dian turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104.

"Nur Solihin dan Agus Supriyadi pergi meninggalkan rumah kos tersebut dan dilakukan pembuntutan terhadap mobil yang mereka tumpangi", jelasnya.

Sekitar pukul 15.40 WIB, kata Erna, dilakukan penangkapan terhadap Nur Solihin dan Agus Supriyadi di bawah Jembatan Layang Kalimalang Kota Bekasi.

"Sekitar pukul 15.50 WIB, dilakukan penangkapan terhadap Dian Yuli Novi dan ditemukan bom aktif di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas warna hitam", katanya.

Diduga kuat adalah Takfiri ISISers
Tiga orang yang ditangkap Tim Densus 88 tersebut diduga terkait jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN).

"Ini jaringan JADKN", kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada Detikcom.

Menurut sumber-sumber kalangan jihadis, JADKN termasuk salah satu jaringan ISISers (pengikut ISIS) Bahrun Naim, WNI yang jadi militan di Suriah.

Dan juga terkait dengan Aman Abdurrahman, seorang napi teroris rujukan para takfiri. (Antaranews/Detikcom/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.