Jumlah korban tewas saat ini mencapai 38 orang dan 155 lainnya masih mengalami luka

Ledakan terjadi pasca sebuah pertandingan sepakbola
Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, menyebutkan bahwa indikasi awal mengarah kepada sayap militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Kelompok tersebut selama beberapa dekade melancarkan pemberontakan, dan baru-baru ini bersama ISIS kerap mengebom Turki.

"(Indikasi) mengarah pada PKK", kata Kurtulmus dalam wawancara dengan CNN Turk, Minggu (11/12).

"Akan ada pengumuman setelah penyelidikan lebih lanjut. Kami belum dapat memberikan penjelasan yang pasti untuk saat ini", tuturnya.

Dalam wawancara itu, Kurtulmus menegaskan bahwa negara-negara sekutu Turki seharusnya menunjukkan solidaritas dalam upaya memerangi terorisme.

Pernyataan itu merujuk kepada perselisihan Ankara dengan Washington atas kebijakannya Suriah.

Pasalnya, AS mendukung kelompok militan Kurdi Suriah, YPG, dalam memerangi ISIS. Sedangkan Turki menilai YPG merupakan perpanjangan tangan dari PKK.

Bendera akan dikibarkan setengah tiang dan Minggu dinyatakan sebagai hari berkabung nasional.

Belasan orang ditangkap
Tiga belas tersangka "serangan teroris" di Istanbul, telah ditangkap pada Sabtu (10/12).

Jumlah korban tewas saat ini mencapai 38 orang dan 155 lainnya masih mengalami luka. Korban diindetifikasi sebagai 30 petugas polisi, tujuh warga sipil dan satu orang yang belum diketahui.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu pada Minggu (11/12) mengatakan, tersangka ditahan berdasarkan bukti dari kendaraan yang meledak, namun ia belum memberikan keterangan detail mengenai pihak yang bertanggung jawab.

Dua bom meledak di area terpisah dalam waktu kurang dari satu menit, di dekat stadion sepak bola Arena Vodafone, markas klub Besiktas.

Bom berlangsung tak lama setelah pertandingan Besiktas vs Bursaspor.

Ledakan pertama terjadi di luar Vodafone sekitar pukul 19:30 waktu setempat. 45 detik kemudian, seorang tersangka melakukan bom bunih diri di kerumunan polisi di sebuah taman dekat lokasi pertama.

Menurut Soylu, ledakan pertama berasal dari kendaraan yang melintas di depan pasukan khusus polisi, di pintu keluar stadion. Serangan tersebut diduga mengincar kendaraan anti huru hara.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan menggambarkan bom sebagai serangan teroris atas polisi dan warga sipil.

"Tidak ada yang meragukan, bahwa dengan kehendak Allah, kita sebagai negara dan bangsa akan mengatasi teror, organisasi teroris... dan kekuatan di belakang mereka", katanya dalam sebuah pernyataan. (Arabnews/Reuters/CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.