Ladang-ladang akan kembali dibuka. Diharapkan dapat menggenjot kapasitas produksi negeri itu

Kilang minyak di Libya

Para pengunjuk rasa di Libya sepakat membuka blokade saluran pipa di ladang minyak Sharara dan El Feel, Libya.

Sumber dari industri perminyakan dan pejabat terkait pada Rabu (14/12) mengatakan bahwa produksi dapat dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Pembukaan kembali ladang menambah produksi minyak sebesar 365.000 barel per hari (bph). Dalam masa konflik dan perselisihan politik, produksi minyak telah turun drastis.

Output minyak nasional telah bertambah dua kali lipat sejak September 2016 hingga 600.000 bph, karena blokade di ladang utara telah dibuka.

Namun angka ini masih jauh di bawah rata-rata produksi Libya yang berkisar pada 1,6 juta bph.

Sebuah faksi dari Pengawal Fasilitas Minyak Libya (PFG) yang memblokade dua saluran pipa pada 2014 dan 2015 menyetujui untuk membuka kembali kedua saluran.

"Perusahaan Minyak Nasional (NOC) harus mulai bekerja secepat mungkin dan kami berjanji untuk melindungi dan membela kekayaan negara Libya", kata pernyataan itu.

Pernyataan ini dikonfirmasi oleh Idris Madi, kepala pusat komando LNA di pos Zintan. Kantor Madi mengatakan blokade akan berakhir hari Kamis ini .

NOC juga mengkonfirmasi persetujuan, meski mereka masih belum dapat menentukan kapan produksi minyak akan berlagsung.

Produksi minyak di Zawiya dan Mellitiah juga telah siap dimulai kembali.

"Kedua perusahaan itu mempersiapkan fasilitas mereka untuk melanjutkan produksi. Di lapangan juga sudah ada persiapan", katanya.

NOC berharap dapat meningkatkan produksi menjadi 900.000 bph dalam waktu dekat dan terus meningkat mencapai 1,1 juta bph tahun depan. Produksi bergantung pada penghentian blokade dan dana untuk anggaran operasional.

Kekacauan politik di Libya menjadi ancaman bagi pemulihan produksi, dengan adanya saingan produsen di timur dan barat, serta faksi-faksi bersenjata lokal yang bersaing menguasai kekayaan 'emas hitam'. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.