Meski sama-sama melakukan pelanggaran penistaan agama, namun penanganan kasusnya berbeda

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan perbedaan kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Arswendo Atmodiwoto, dan Lia Eden.

Meski sama-sama melakukan pelanggaran penistaan agama, namun penaganan kasusnya berbeda.

Tito mengatakan bahwa pada kasus Arswendo memiliki bukti yang mutlak, sehingga tersangka bisa langsung dilakukan penahanan.

"Kami sampaikan dalam kasus itu penyidik melihat (bukti) itu telak dan mutlak. Karena dalam kasus Arswendo itu terjadi polling. Polling-nya Nabi Muhammad SAW dimasukkan sebagai tokoh populer di ranking nomor 11", kata Tito saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Ia juga menambahkan, kasus Arswendo banyak pihak terlukai sehingga penyidik menilai tersangka mutlak ditahan.

Kemudian dalam kasus Lia Eden, Tito menjelaskan bahwa pembuktianya lebih mudah karena Eden telah menganggap dirinya sebagai titisan Nabi Muhammad.

"Itu juga pembuktiannya sangat mudah, karena bagi umat Islam, Nabi Muhammad adalah satu", ujar Tito.

Sementara dalam kasus Ahok, Kapolri mengatakan penistaannya berupa perkataan sehingga diperlukan penjelasan dari ahli.

"Itu (kasus Ahok) memerlukan keterangan ahli berbeda. Maka itulah kami sampaikan ke banyak pihak bahwa langkah penahanan tidak dilakukan", katanya.

Sebelumya, Bareskrim Polri memutuskan tidak menahan Ahok atas pertimbangan dua hal. Pertama karena tidak bulatnya suara penyidik dalam memutuskan apakah Ahok menistakan agama atau tidak.

Sebagian penyidik menyatakan bahwa Ahok tidak melanggar hukum.

Kedua, penyidik menganggap Ahok telah bersikap kooperatif sehingga pihaknya percaya bahwa Ahok tidak mungkin menghilangkan bukti.

Berkas dari penyidik diserahkan Bareskrim Polri kepada Kejaksaan Agung dan dinyatakan lengkap. Pihak Kejagung juga memutuskan tidak akan menahan Gubernur DKI petahana tersebut. (Vivanews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.