Bana terkenal melalui akun twitternya, @alabedbana, karena menunjukan perjuangan bertahan hidup di dalam pengepungan di Aleppo

Fatemah dan Bana di Ankara, Turki, saat diwawancara oleh Reuters. (Reuters)

Gadis kecil yang terkenal sebagai "artis twitter" Aleppo, Bana al-Abed (7 tahun) bermimpi dapat kembali ke tanah asalnya.

"Saat aku besar, aku ingin jadi guru dan kembali ke Aleppo untuk mengajar anak-anak di sana", ujar Bana yang kini berada di Turki.

Bana terkenal melalui akun twitternya, @alabedbana, karena menunjukan perjuangan bertahan hidup di dalam pengepungan di Aleppo, berbulan-bulan lalu.

Ia dan keluarganya telah di evakuasi dengan selamat, lalu dibawa ke Turki untuk bertemu Presiden Tayyip Erdogan dan sejumlah pejabat lainnya.

Jumlah pengikut Bana di twitter telah mencapai 364.000 akun, dan kerap menarik perhatian tokoh-tokoh Barat.

Ibunya Fatemah yang mengelola akun tersebut. Twitternya berisi rekaman video atau foto saat Bana beserta adik-adiknya beraktivitas di sekitar tempat tinggalnya.

Terkadang mereka merekam ketika suara ledakan terdengar di kejauhan, atau ketika Bana berkeliling di tengah puing-puing bangunan pasca serangan.

"Saya minta kepada ayah merekam saya di dekat sekolah, dan bertanya apakah boleh hal tersebut di unggah ke twitter. Kami menggunakan twitter untuk menyampaikan suara anak-anak Aleppo kepada dunia", kata Bana, dikutip dari Reuters.

Saat ditanya mengenai kehidupan sehari-hari di Aleppo, Bana menjawab: "Ada ledakan, rumah kami juga terkena bom tapi kami mencoba bertahan. Kami takut, lalu lari ke ruang bawah tanah".

"Di sana ada banyak bebatuan dan debu. Kami hampir saja mati, tapi berkat Allah kami dapat bertahan. Pekarangan dan sekolahku juga terkena bom. Aku rindu dengan rumahku", celotehnya.

Bulan lalu, Fatemah mengunggah pesan mengenai penyerangan yang menghantam rumahnya disertai gambar Bana yang diselimuti debu.

Fatemah mengaku marah jika ada orang yang menganggap bahwa akun twitter putrinya itu palsu. Sebagaimana yang dituduhkan para pendukung Assad.

Bana juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh, seperti penulis buku Harry Potter, J.K.Rowling yang segera mengirim e-book novelnya.

Saat ini, Fatemah dan keluarganya sedang menyesuaikan diri di Turki, setelah keluar dari malapetaka Aleppo.

"Saat mendengar suara mobil yang terburu-buru, kami pikir itu suara bom, sehingga kami terdiam sesaat", ujar Fatemah.

"Namun saya senang anak-anak sekarang dapat hidup tenang dan bisa memikirkan tentang masa depan mereka. Saya akan menyekolahkan mereka", ujar Fatemah. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.