Keputusan AS mengurangi pembatasan persenjataan kelompok tertentu Suriah dinilai membahayakan oleh Rusia

Pejuang oposisi sedang membersihkan senjata di kota al-Rai, utara Aleppo, Suriah (25/12/2016, Reuters)

Keputusan AS mengurangi pembatasan persenjataan kelompok tertentu Suriah dinilai membahayakan oleh Rusia.

Keputusan ini membuka jalan bagi oposisi untuk mendaptkan rudal portabel yang dapat melumpuhkan pesawat tempur.

Kelompok yang akan diberi persenjataan tersebut adalah SDF. Gabungan milisi didominasi YPG Kurdi yang didukung AS untuk menyerang ISIS.

Juru bicara Kementrian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova megatakan, kebijakan AS tercantum dalam anggaran pengeluaran pertahanan.

Zakharova menilai kebijakan itu sebagai sikap permusuhan.

"AS telah mengajukan taruhan dengan memberi bantuan senjata kepada kelompok anti pemerintah. Kelompok itu tidak ada bedanya dengan para penjagal yang haus darah. Sekarang, kemungkinan bantuan senjata bagi mereka telah dituliskan dalam anggaran", ujar Zakharova.

"Pemerintahan Obama harusnya mengerti bahwa senjata apapun yang diberikan akan jatuh ke tangan militan", lanjutnya.

Presiden AS Barrack Obama telah menandatangani anggaran itu.

Meski dipandang plin-plan, Obama selama ini menentang campur tangan Rusia di Suriah.

Namun juru bicara departemen luar negeri AS, Mark Toner, membantah tuduhan Rusia.

Menurutnya, AS tetap tidak mendukung penjualan rudal anti-pesawat portable (MANPADS) pada oposisi Suriah.

"Keputusan kami tentang MANPAD tidak berubah. Kami memiliki pertimbangan mendalam mengenai keberadaan senjata seperti itu di Suriah", ujar Toner.

SDF yang berbasis di wilayah timur Suriah, sebenarnya jarang bentrok dengan pasukan Assad.

Mereka juga kurang berhubungan baik dengan oposisi Suriah di Idlib atau kelompok yang didukung Turki. (Reuters/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.