AS memutuskan membatasi dukungan militer, termasuk penjualan kepada Saudi

Seorang tentara Saudi menembakan mortar ke wilayah pasukan Houthi, di perbatasan Saudi dengan Yaman (21/4/2015, Reuters).
AS memutuskan untuk membatasi bantuan militer terhadap Saudi dalam operasi militer di Yaman.

Mereka beralasan terkait "kekhawatiran korban sipil akan terus bertambah", sehingga memutuskan membatalkan beberapa rencana penjualan senjata pada Saudi.

Salah satu pejabat AS mengatakan, senjata yang tidak akan diberikan adalah beberapa senjata pandu berpresisi tinggi.

"Kami memutuskan untuk tidak menjual beberapa perlengkapan militer seperti amunisi udara atau PGM (precision-guided Munition)", kata pejabat itu.

"Itu adalah respon atas keprihatinan kami terhadap serangan Arab yang telah mengakibatkan korban sipil", lanjutnya.

AS juga akan mengubah rencana pelatihan pasukan udara Saudi, yang akan diajari kemampuan membidik sasaran.

Keputusan ini diambil karena Presiden AS Obama kecewa atas operasi Saudi di perang Yaman, yang dituding menyebabkan jatuhnya korban sipil dan krisis kemanusiaan.

Beberapa organisasi HAM mengatakan, serangan koalisi Saudi menghancurkan klinik, sekolah, pasar dan pabrik-pabrik.

Saudi membantah serangan atau menyebut ada anggota militan Houthi di daerah yang ditargetkan. Mereka mengatakan telah berusaha meminimalisir korban sipil.

Saudi juga membentuk komite penyelidikan untuk mengungkap tuduhan berbagai lembaga HAM. Hasilnya, koalisi diminta bertanggung jawab atas serangan RS MSF.

Dukungan militer AS masih berlanjut
Keputusan pembatasan tidak menghentikan seluruh kerja sama dan dukungan AS terhadap militer Saudi.

AS masih akan memberi bantuan bahan bakar bagi pesawat tempur Saudi yang menjalani misi ke Yaman, juga menambah intelijen di area perbatasan, dan tetap menjual beberapa jenis senjata.

Awal tahun ini, AS telah mengurangi jumlah personel militer yang membantu operasi serangan udara koalisi pimpinan Saudi.

Mei lalu, Washington menangguhkan penjualan bom cluster untuk Riyadh, yang diketahui berbahaya bagi warga sipil.

Namun pekan lalu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan rencana menjual helikopter CH-47F Chinook kargo dan peralatan terkait lainnya pada Saudi, termasuk pelatihan atau dukungan hingga USD 3,51 miliar.

Para pejabat AS mengatakan, persenjataan ini akan membantu Saudi dalam mempertahankan perbatasan, namun tidak akan banyak membantu operasi penyerangan di Yaman. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.