Penyakit seperi kolera dan campak juga telah menyebar. Dengan kurangnya fasilitas medis, jumlah korban anak terus bertambah

Ilustrasi anak Yaman


UNICEF menyatakan, sekitar 2,2 juta anak di Yaman menderita kekurangan gizi akut. Suplai makanan dan pelayanan kesehatan pun memburuk akibat perang yang telah terjadi hampir 2 tahun.

Di provinsi Saada, 8 dari 10 anak menderita kekurangan gizi.

”Kekurangan gizi di Yaman adalah kasus terparah selama ini, dan kasusnya masih terus meningkat” ujar perwakilan UNICEF di Yaman, Meritxell Relano.

“Kondisi kesehatan anak di negara termiskin di Timur Tengah ini belum pernah menyedihkan seperti ini”, lanjutnya.

Setidaknya, tiap 10 menit satu anak meninggal akibat kekurangan nutrisi, infeksi pernafasan, dan diare.

“Penyakit seperi kolera dan campak juga telah menyebar. Dengan kurangnya fasilitas medis, jumlah korban anak terus bertambah”, Ujar Relano.

Pada tahun 2016, UNICEF memberik dukungan pengobatan untuk 215.000 anak penderita gizi buruk dan menyediakan suplai vitamin pada empat juta anak di bawah usia lima tahun.

Namun, operasi pengiriman bantuan tetap terhalang oleh kekurangan dana dan keterbatasan akses ke daerah-daerah pertempuran.

"Kami meminta pihak-pihak dalam konflik untuk memberikan akses tanpa hambatan ke anak-anak yang membutuhkan bantuan medis di seluruh negeri, sehingga kami dapat memberikan pasokan gizi, merawat, dan mendukung pelayanan kesehatan Yaman", kata Relano.

Sementara itu, tumpukan limbah di luar Sana'a, termasuk limbah medis, mengontaminasi pasokan air, membentuk sebuah kolam limbah.

"Masalah utama kita sekarang adalah untuk membenahi pengelolaan sampah di Yaman yang berakibat pada kesehatan umum penduduk", kata Profesor Mohammed Al-Qahali, kepala departemen ilmu pengetahuan dan teknologi di Sanaa University.

Al-Qahali memperingatkan bahwa kolam limbah tersebut mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk kanker, cacat lahir, gangguan imun, dan banyak penyakit lainnya. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.