Salah satu yayasan yang jadi mitra Alfamart adalah 'Habitat for Humanity'

Alfamart
Pengelola jaringan ritel Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), wajib melaporkan donasi yang diperolehnya dari publik jika ada masyarakat yang meminta rincian dana tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi kepada CNN Indonesia, Kamis (22/12).

"Alfamart mengumpulkan dana dari publik sehingga dia itu badan publik. Perusahaan yang mengumpulkan dana dari publik wajib melaporkan rincian dana tersebut jika ada publik yang meminta", kata Tulus.

Menurut Tulus, gugatan pemohon yaitu Mustolih ke Komisi Informasi Pusat agar Alfamart membuka informasi kegiatan pengumpulan, pengelolaan, dan penyaluran sumbangan sudah tepat.

"Tuntutan konsumen (pelapor ke KIP) itu sudah pada koridor benar karena Alfamart mengumpulkan dana dari publik", katanya.

Tulus mencontohkan, YLKI merupakan lembaga publik karena mendapatkan sebagian dana dari publik. YLKI pun melaporkan dana keuangannya saat ada publik yang meminta.

"Pernah ada konsumen YLKI meminta laporan duit darimana dan untuk apa, kita berikan. Ada bagian dana publik yang dikelola YLKI," kata Tulus.

YLKI, kata Tulus, mendapatkan beberapa laporan dari konsumen terkait dengan langkah perusahaan meminta donasi dari publik.

"Komplain yang kami terima itu, pertama, ketidakjelasan dana itu untuk apa; kedua, laporan peruntukkan dana tidak transparan; ketiga dana donasi digunakan sepihak oleh perusahaan tanpa konfirmasi ke konsumen," kata Tulus.

Berdasarkan informasi dari situs alfamartku.com, SAT telah melakukan lima kerjasama dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi konsumen sepanjang tahun 2016.

1. Periode 1 Januari s/d 29 Februari 2016, dana terkumpul Rp 5,5 miliar. SAT bekerja sama dengan Yayasan Anugerah Bina Insani (ABI) menggagas program Aku Siap Sekolah yakni penyaluran bantuan 20.000 paket perlengkapan sekolah berisi alat tulis, tas, dan seragam sekolah kepada siswa-siswi sekolah dasar yang membutuhkan di 45 wilayah di Indonesia.

2. Periode 1-31 Maret 2016, dana terkumpul Rp 2,1 miliar. SAT bekerja sama dengan Yayasan Habitat for Humanity (HFH) menghimpun donasi konsumen Alfamart Alfamidi untuk membangun 57 rumah layak huni serta pelatihan rumah sehat dan pelatihan pengelolaan keuangan bagi 114 keluarga prasejahtera di wilayah Gresik, Jawa Timur.

3. Periode 1 April s/d 31 Mei 2016, dana terkumpul Rp 3,9 miliar. SAT menjalankan program Bright Eyes Bright Future yakni penyaluran bantuan 10.000 kacamata minus bagi pelajar prasejahtera di Tanah Air.

4. Periode 1-30 Juni 2016, dana terkumpul Rp 2,5 miliar. SAT bekerja sama dengan Yayasan BM Cinta Indonesia (BMCI) menyalurkan bantuan 15.000 paket bantuan kebutuhan pokok berisi beras 5 kilogram (kg), minyak goreng 2 liter, gula 1 kg, kecap, saus sambal, susu kental manis, teh celup, dan mie instan untuk masyarakat prasejahtera.

5. Periode 1 Juli sampai 30 September 2016, dana terkumpul Rp 7,1 miliar. Dana disalurkan bersama Yayasan Anugerah Bina Insani dalam bentuk rekonstruksi sekolah TK/PAUD, alat bantu disabilitas, dan sunatan massal bagi anak kurang mampu.

Sepanjang 2015 lalu, SAT telah menyalurkan donasi konsumen senilai lebih dari Rp 33 miliar melalui 9 program yang dikelola bersama 8 yayasan. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.