Abdulrasul ditahan pada Juni lalu mengenai tulisan pada akun Twitternya

Aktivis HAM Bahrain Nabeel Ahmed Abdulrasul Rajab (Reuters)

Aktivis HAM terkenal di Bahrain yang sempat ditahan beberapa waktu lalu telah dibebaskan dengan jaminan. Namun, selang beberapa jam, ia kembali ditahan atas tuduhan kasus yang berbeda.

Nabeel Ahmed Abdulrasul Rajab ditahan pada Juni lalu mengenai tulisan pada akun Twitternya. Abdulrasul menuduh pihak keamanan melakukan penyiksaan terhadap tawanan di penjara Bahrain dan penjara militer di Yaman.

Ia sempat membuat cuitan dirinya telah bebas setelah persidangan dan akan kembali sidang pada 23 Januari.

Namun, Jaksa penuntut umum Bahrain mengatakan lewat akun instagramnya, bahwa Abdulrasul akan menetap di tahanan, atas dugaan penyebaran "desas-desus palsu dan berbahaya yang merusak citra Kerajaan".

Investigasi juga dilakukan terkait dengan tulisannya di harian umum Prancis Le Monde, yang mengakibatkan negara-negara Barat ragu untuk memberikan dukungan bagi negara Teluk.

Menurutnya, dukungan dikhawatirkan mengalir pada kelompok ektrimis. Bahrain telah menyangkal anggapan ini.

Negara-negara Teluk juga menyangkal adanya pelanggaran HAM yang dilakukan secara sistematis.

Para aktivis HAM menilai Kerajaan Teluk memiliki sikap keras pada perbedaan pendapat.

Abdulrasul pernah menjadi salah satu pemimpin dalam aksi demo yang diprakarsai oleh penganut Syi'ah Bahrain, yang menuntut reformasi politik dan melemahkan kekuasaan Raja.

Bahrain berhasil menumpas aksi protes itu, namun hingga saat ini masih terjadi kebuntuan politik antara pemerintah dan pihak oposisi Syi'ah. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.