Kelompok pemantau SOHR mengungkap laporan kematian warga sipil Suriah pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2016

Anak-anak terkubur akibat serangan udara Rusia/Assad
Kelompok pemantau SOHR mengungkap laporan kematian warga sipil Suriah pada periode 1 Januari hingga 31 Desember 2016.

SOHR pimpinan Rami Abdulrahman yang berbasis di Inggris ini mencatat dan mendokumentasikan lebih dari 13.617 kematian sipil.

Rincian korban adalah sebagai berikut:
2885 anak-anak atau remaja di bawah 18 tahun
1855 perempuan
8877 laki-laki

Dengan penyebabnya adalah, 10.485 kematian warga (2.372 anak/remaja, 1.489 perempuan dan 6.224 laki-laki) terjadi akibat serangan udara, bombardir artileri, rudal dan pemboman lainnya.

Jumlah itu adalah sekitar 77% dari korban sipil tercatat. Pihak yang paling bertanggung jawab dalam serangan udara adalah Assad dan Rusia (diperkirakan > 70% korban sipil jatuh oleh serangan mereka).

Namun, serangan udara juga dilakukan oleh Turki dan koalisi internasional pimpinan AS. Membunuh ratusan warga sipil di daerah yang diduduki kelompok ultra ekstrimis ISIS. Seperti dalam operasi al-Bab, Raqqah dan Manbij.

Kemudian sebanyak 1.758 kematian warga (384 anak/remaja, 302 perempuan dan 1.072 laki-laki) terjadi akibat serangan mortir dan pengeboman atau serangan lain yang dilakukan oleh berbagai faksi oposisi.

Serta 1.374 orang (129 anak/remaja, 64 perempuan dan 1.181 laki-laki) dibunuh oleh kelompok militan ISIS lewart berbagai cara.

Adapun sekitar 466 korban tewas tidak diketahui apakah warga sipil atau bukan.

Selain angka kematian di atas, sepanjang 2016, SOHR pernah melaporkan kematian sejumlah pengungsi yang ditembak di perbatasan Turki dan Yordania.

Jumlah yang dirilis SOHR hanya memuat yang telah tercatat. Diyakini masih banyak kematian lain yang tidak diketahui hingga nasib korban hilang oleh penculikan. (SOHR)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.