Sumber: Detikcom
Baliho bertuliskan desakan terhadap Polri menuntaskan laporan dugaan penistaan terkait sambutan Ahok di Kepulauan Seribu, terpasang di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Baliho ini disebut ruang aspirasi dari tuntutan sejumlah pihak.

"Tujuan kami sebenarnya mengapresiasi aparat penegak hukum agar segera menindak penista agama ini", kata Sekretaris Kerukunan Anak Tanah Abang, Mustaqiem Dahlan saat ditemui di Jl H Fachrudin, Tanah Abang, Jakpus, Sabtu (12/11).

Baliho yang dibuat pada Jum'at (11/11) rencananya akan dipasang hingga akhir bulan ini di dekat gedung yang dulu digunakan sebagai posko pemenangan Abraham 'Lulung' Lunggana.

Pesan baliho ini menurut Mustaqiem merupakan aspirasi yang penting untuk diperhatikan penegak hukum.

"Agar tidak jadi polemik maka kita meminta kepolisian segera menindak Ahok", ujarnya.

Meski dipasang di masa kampanye, Mustaqiem memastikan pemasangan baliho tidak ada kaitannya dengan Pilkada DKI Jakarta. Dia menegaskan tuntutan penuntasan atas laporan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan suara banyak pihak.

"Kita harap juga hal ini tidak dikaitkan dengan pilkada, ini jelas hanya mendukung fatwa MUI", sambungnya.

Sementara itu Lulung saat dikonfirmasi terpisah mengatakan pemasangan baliho bukan idenya. Senada dengan Mustaqiem, Lulung menyebut pemasangan baliho terkait kasus Ahok merupakan ekspresi suara dari warga sekitar.

"Saya tidak ada perintahkan, tapi ini ekspresi anak-anak sini dan minta izin ke saya untuk pasang di depan karena lokasinya strategis. Ya saya bilang silakan pasang, itu kan bentuk ekspresi teman-teman untuk mendukung pendapat keagamaan dari MUI", terang Lulung.

Lulung menegaskan laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok harus diusut tuntas agar tidak ada lagi pihak yang seenaknya menghina agama orang lain.

"Sejalan dengan MUI saya sangat berharap pihak berwajib melakukan penegakan hukum secara tegas dan transparan. Ini adalah proses pembelajaran agar tidak ada lagi yang melakukan penistaan terhadap agama apapun, karena kita sadar, kita akan tetap menciptakan kerukunan antar umat beragama", sambungnya.

Wakil Ketua DPRD DKI dari PPP ini memastikan baliho yang dipasang bukan bermaksud memprovokasi atau memancing keresahan umat antar beragama. Lulung hanya ingin Ahok diproses hukum.

"Jangan ada kelompok yang menyeret kasus ini pada agamanya Ahok atau etnisnya Ahok. Ini tidak ada hubungan dengan agama dan etnisnya Ahok. Ini adalah murni kesalahan pribadi Ahok. Juga jangan dikaitkan dengan pilkada, jauh sekali itu dari urusan pilkada. Waktu anak-anak mau pasang saya tanya dan juga pastikan ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada", kata Lulung. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.