Palestina menuduh polisi dan tentara Israel menggunakan kekuatan berlebihan dalam banyak kasus

Ilustrasi aparat Israel (foto AFP)

Petugas keamanan Israel menembak mati seorang warga Palestina yang mencoba untuk menikamnya di sebuah pos pemeriksaan di Yerusalem Timur, Jumat (25/11).

Juru bicara polisi Luba Samri menyatakan, warga Palestina tersebut mendekati petugas, menarik pisau dari balik kemejanya dan menerjang polisi. Penyerang ditembak saat melakukan aksinya.

Terdapat 229 warga Palestina yang tewas dalam kekerasan di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza, terhitung sejak Oktober 2015. Israel mengatakan, 155 diantara mereka adalah pelaku penyerangan dalam aksi individu.

Penyerangan biasanya ditargetkan pada pasukan keamanan dengan menggunakan senjata-senjata sederhana termasuk pisau dapur. Korban lainnya tewas dalam aksi protes dan bentrokan.

Serangan juga menewaskan sedikitnya 33 warga Israel dan dua pengunjung dari Amerika.

Palestina menuduh polisi dan tentara Israel menggunakan kekuatan berlebihan dalam banyak kasus.

Mereka menilai, penyerang dapat dihentikan atau ditahan tanpa perlu dibunuh. Menanggapi hal ini, Israel telah membuka penyelidikan untuk beberapa kasus pembunuhan.

Israel menuduh, salah satu penyebab utama kekerasan adalah hasutan dari pemimpin Palestina, dimana para pemuda didorong untuk menyerang tentara dan warga sipil Israel.

Sedangkan pihak palestina mengatakan, penyerangan disebabkan oleh kekecewaan warga terhadap pendudukan Israel di wilayah Tepi Barat dan timur Yerusalem.

Israel merebut wilayah-wilayah tersebut saat perang Timur Tengah pada 1967, dan melakukan pembatasan yang ketat terhadap pergerakan warga Palestina di beberapa daerah. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: