Uni Eropa memperluas sanksi terhadap rezim Suriah, termasuk melarang kepala bank sentral dan menteri keuangan dari bepergian ke Eropa serta membekukan aset mereka.

ilustrasi UE (alarabiya)

Uni Eropa (UE) pada Senin (14/11) memperluas sanksi terhadap rezim Suriah, termasuk melarang kepala bank sentral dan menteri keuangan yang bepergian di Eropa dan membekukan aset mereka.

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk mengisolasi ruang gerak Basyar al-Assad dan rezimnya.

Sanksi akan diberikan pada Gubernur Bank Sentral, Duraid Durgham, dan Menteri Keuangan, Maamoun Hamdan, bersama dengan 16 menteri lainnya.

Keputusan ini adalah realisasi ancaman Uni Eropa bulan lalu mengenai peningkatan sanksi terhadap rezim Suriah atas pemboman kota Aleppo.

Para diplomat UE mengatakan, pemberian sanksi bertujuan untuk menekan Assad dan membatasi kemampuan bank sentralnya dalam mendapatkan pembiayaan.

UE sudah menerapkan larangan transaksi dengan bank sentral Suriah, serta embargo minyak dan embargo senjata.

Sementara Durgham dianggap "bertanggung jawab memberikan dukungan ekonomi dan keuangan kepada rezim Suriah".

Lalu Hamdan, salah satu orang terplih dalam perombakan pemerintah pada Juli lalu, juga dikenakan sanksi bersama dengan menteri Suriah lainnya karena bertanggung jawab atas bidang-bidang lainnya, seperti listrik, air, industri, dan informasi.

Saat ini, sudah ada 234 orang dan 69 perusahaan dan lembaga yang diberkan sanksi karena "melakukan pelanggaran atau tekanan pada penduduk sipil di Suriah".

28 negara blok Eropa itu menuduh Assad melakukan kejahatan perang karena membom sekolah, rumah sakit dan warga sipil di negaranya.

Uni Eropa tidak memiliki peran militer dalam konflik di Suriah. Mereka hanya berperan besar dalam memberikan donor atau bantuan, meski juga menghadapi krisis pengungsi akibat perang di Timur Tengah.

Uni Eropa tidak ingin melihat keterlibatan Assad di masa depan Suriah, mengingat militernya, yang didukung oleh Rusia, telah menghancurkan bagian timur Aleppo yang dikuasai pemberontak dan warga sipil.

Termasuk dengan membiarkan warga kelaparan, serta membatasi kebutuhan dasar mereka lewat pengepungan. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.