Basuki Ahok kala menyinggung Al-Maidah 51 dalam pidatonya
Ulama asal Mesir, Syeikh Amru Wardani, tidak tahu-menahu soal kasus penistaan agama yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama.

Sang Syeikh juga tidak tahu bakal jadi saksi ahli yang meringankan cagub petahana tersebut. Sebab, ia diundang ke Indonesia untuk ceramah.

"Dia tidak tahu itu. Karena dia diundang Indonesia untuk ceramah", jelas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi, kepada Rakyat Merdeka Online.

KH Muhyiddin tahu hal itu setelah bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad di kantornya, pukul 11.00 WIB siang tadi.

Pada saat bersamaan, Syeikh Amru Wardani masih istirahat di rumah Dubes Mesir setelah tiba pagi dini hari tadi pukul 03.00 WIB.

KH Muhyiddin Junaidi menyambangi kantor Kedutaan Mesir untuk Indonesia untuk menyampaikan surat protes karena ulama asal negeri Piramid tersebut akan menjadi saksi ahli kasus penistaan agama di Indonesia. Surat ditujukan kepada Grand Syekh Al Azhar dan Mufti Mesir.

Dalam surat itu, MUI menyampaikan kehadiran Syeikh Amru Wardani sebagai saksi akan menimbulkan pro-kontra di kalangan ulama dan akan menciptakan ketegangan baru di kalangan umat Islam.

Secara tidak langsung, kehadiran Syeikh Amru Wardani yang menjadi saksi ahli juga akan mengurangi wibawa MUI, bahkan mendistorsi peran MUI sebagai otoritas pemberi fatwa.

Tak hanya itu, hal ini bisa merusak hubungan bilateral Indonesia dan Mesir yang telah berjalan baik.

"Kami berharap agar upaya kelompok tertentu itu dihentikan agar kedatangannya (Syekh Amr Wardani) tidak dimanipulasi dan dieksploitasi untuk kepentingan tertentu", jelas KH Muhyiddin, yang juga mantan Ketua PDM Bogor.

Ia menjelaskan, Syeikh Amru Wardani ke Indonesia diundang oleh kelompok tertentu dengan alasan memberikan ceramah dan difasilitasi Dubes RI untuk Mesir, yang juga politikus PDIP Helmy Fauzy.

Karena itu, KH Muhyiddin bersyukur Syeikh Amru Wardani batal jadi saksi ahli. Syeik juga sudah kembali Mesir petang tadi.

"Alhamdulillah. Saya pikir ini pertanda baik", jelas KH Muhyiddin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa Syeikh Amru Wardani akan jadi saksi ahli yang diajukan kubu Ahok.

"Itu (permintaan) dari pihak terlapor ya, pihak terlapor kan boleh, seperti Jessica mau ngambil dari Australia, kan silakan, jadi yang dari terlapor ngambil dari Mesir ya silakan, enggak ada masalah", ujar Kapolri. (RMOL)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.