Presiden Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dalam wawancara dengan Channel 2 Israel pada Senin (22/11) mengatakan, ia masih meneruskan upaya untuk mencabut blokade Israel dari jalur Gaza.

Menurutnya, Turki telah menetapkan tiga kondisi untuk normalisasi hubungan dengan negara Yahudi, mengingat perpecahan enam tahun lalu dimana Israel menyerang kapal bantuan Gaza yang menewaskan 10 aktivis Turki di perairan internasional.

"Dua dari syarat itu telah terpenuhi, yaitu permintaan maaf Israel atas serangan dan kompensasi untuk keluarga korban," katanya.

Syarat ketiga yang diajukan Turki adalah menghentikan blokade Israel di Gaza.

"Upaya akan tetap dilakukan untuk memenuhi kondisi ini," kata Erdogan.

Sejak 2007, Jalur Gaza berada di bawah embargo Israel yang membuat lumpuh daerah tersebut, dengan merampas bahan-bahan pokok yang cukup untuk 2 juta jiwa, termasuk makanan, bahan bakar dan obat-obatan.

Erdogan juga menolak klaim Israel yang mengatakan bahwa kelompok perlawanan Palestina, Hamas, bertanggung jawab atas kekerasan di wilayah tersebut.

"Kami ingin mengakhiri lingkaran setan ini [kekerasan]," katanya. "Israel memiliki persenjataan yang meliputi senjata konvensional dan atom. Apakah musuh mereka [Hamas] memiliki itu semua?"

Erdogan menekankan bahwa ia tidak melihat Hamas sebagai kelompok "teroris".

"Ini [Hamas] adalah gerakan politik yang lahir dari perlawanan [melawan pendudukan Israel]," tegasnya.

Sat Erdogan ditanya tentang kesiapan menjadi mediasi antara Israel dan Palestina, Erdogan menjawab bahwa ia siap, jika diminta untuk melakukannya.

"Apa yang kami inginkan adalah melihat perdamaian berlaku di wilayah itu," katanya.

"Tapi akankah Israel bergerak menuju solusi untuk kedua negara?" Dia bertanya. "Israel bukan pemilik tanah, Anda tidak bisa mengabaikan fakta ini."

Erdogan menyalahkan runtuhnya proses perdamaian Israel yang mendesak negosiasi hanya pada gerakan Fatah Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan menolak untuk berbicara dengan Hamas.

Ia menyerukan untuk dimasukkannya Hamas dalam upaya untuk menyelesaikan semua perbedaan antara Palestina dan Israel. (Anadolu Agency)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.