Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mendesak milisi Kurdi YPG agar menarik pasukannya dari kota Manbij

Ilustrasimilisi Kurdi

Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mendesak milisi Kurdi YPG agar menarik pasukannya dari kota Manbij di utara Suriah menuju tepi timur Sungai Efrat, entah dengan cara apapun.

Kepada wartawan selepas shalat Jumat di Ankara, Yildirim berharap AS akan mematuhi janjinya terkait organisasi PYD (Kurdi), yaitu agar meninggalkan kota-kota Arab.

"Kami memiliki kesepakatan dengan AS sejak awal, bahwa PYD akan menarik diri dari Manbij. Mereka selalu mengatakannya di setiap pertemuan dan mengaku akan menepati janji serta melakukan apa yang dibutuhkan", katanya.

"Kami masih menunggu kata-kata itu menjadi kenyataan. Mereka akan menarik diri dengan satu atau cara lainnya", tegasnya.

Ketegangan antara Turki dan Amerika Serikat telah berlangsung selama berbulan-bulan terkait keberadaan YPG yang dianggap terkait kelompok teror PKK, dan seluruh elemennya di Manbij, Suriah.

Turki terus mendesak semua elemen yang berafiliasi dengan kelompok ini agar meninggalkan Manbij, atau kembali menyeberang ke timur sungai, setelah membantu pasukan Arab lokal membebaskan kota dari ISIS.

Meskipun Ankara terus mendesak, namun utusan khusus Presiden Barack Obama tetap memantau kondisi di sekitar itu.

Brett McGurk, melalui akun twitternya, mengatakan bahwa kelompok PYD/YPG akan pergi setelah pelatihan kepada para pasukan lokal selesai.

Menurut Turki, PYD dengan sayap tempur YPG adalah afiliasi PKK di Suriah (PYD). Mereka dianggap memicu sentimen separatis di Suriah utara dengan menciptakan bagian-bagian negara (federal) di sepanjang perbatasan Turki.

Baik PKK dan PYD sama-sama diidentifikasi sebagai kelompok teroris oleh Turki. Sementara PKK juga dianggap sebagai teroris oleh AS dan Uni Eropa. (OrientNews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.