Donald Trump dengan ekspresi yang dikenang
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah akan mengupayakan perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina. Komentar itu merupakan pesan publik pertama Trump soal isu Timur Tengah.

"Saya meyakini bahwa pemerintahan saya bisa memainkan peranan penting dalam membantu pihak-pihak dalam mencapai perdamaian yang adil dan abadi," ucap Trump dikutip Detikcom dari AFP, Sabtu (12/11).

Dalam pesan itu, Trump juga menyebut bahwa setiap kesepakatan damai harus diputuskan oleh Israel dan Palestina langsung.

"Harus dirundingkan di antara kedua pihak sendiri, dan bukan ditentukan oleh pihak lain", ujarnya.

Prancis kini tengah mendorong digelarnya konferensi internasional demi menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestina yang nyaris mati.

Namun Israel menolak ikut serta dalam konferensi itu serta bersikeras bahwa perundingan damai harus digelar secara bilateral.

Rusia juga pernah menawarkan diri untuk menjadi penengah dalam perundingan langsung antara Israel-Palestina, namun hingga kini belum jadi digelar.

Sementara otoritas Palestina menyerukan adanya keterlibatan internasional dalam perundingan damai dengan Israel. Palestina juga menuding Israel berusaha mengingkari kesepakatan-kesepakatan kedua pihak di masa lalu.

Di sisi lain, hubungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Barack Obama cenderung membeku dalam 8 tahun terakhir.

Namun indikasi awal dari kemenangan Trump adalah hubungan Israel-AS akan kembali menghangat.

PM Netanyahu langsung mengucapkan selamat kepada Trump usai dia dinyatakan memenangi pilpres pada 8 November lalu. Trump dalam pesannya menyebut Israel sebagai 'pemancar harapan'. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.