Donald Trump dan wakilnya
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siswanto, berpendapat akan ada perbedaan cukup signifikan dalam politik luar negeri AS di tangan Trump, yang notabene merupakan seorang Republik.

Menurut ahli politik Amerika ini, politik luar negeri paman Sam di bawah pemimpin Republik cenderung terfokus pada penguatan kendali (pengaruh) AS secara global.

Dimana hal itu dapat menimbulkan beberapa perubahan cukup signifikan pendekatan AS dalam menjalin dan menangani permasalahan dengan komunitas internasional lainnya.

Terpilihnya Trump dapat membuat pendekatan AS menjadi lebih tegas dan keras terhadap negara lain, dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, khususnya untuk menangani situasi konflik.

"Biasanya pendekatan AS dengan pemimpin seorang Republik cenderung mengedapnkan kekuatan daripada melalui negosiasi. (Terpilihnya Trump) bisa jadi meningkatkan ketegangan hubungan AS, misalnya dengan China, karena AS akan lebih mengedepankan kekuatan daripada negosiasi", ucap Siswanto.

Siswanto juga memprediksi, kebijakan ekonomi luar negeri AS di tangan Trump akan terkesan lebih inward looking.

Trump akan menerapkan kebijakan yang tidak terlalu ekspansif, seperti saat dipimpin oleh Barrack Obama.

"Dari segi ekonomi, akan ada semacam rasionalisasi kebijakan luar negeri yang disesuaikan dengan kebijakan internal sehingga tidak akan terlalu ekspansif. (Kebijakan AS) akan cenderung lebih tertutup atau introvert", katanya.

Sedangkan menurut lembaga think tank Council on Foreign Relations (CFR), Trump akan bersikap keras terhadap perkembangan China.

Seperti diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi China melejit dengan cepat, bahkan mengalahkan AS dalam berbagai pertaruhan ekonomi.

Trump memang mengkritik strategi China yang dituduhnya sebagai manipulator kurs mata uang dan politik dumping, dalam rangka menjual murah barangnya di luar negeri. Sehingga ekspor China sangat besar.

Berikut prediksi arah kebijakan Trump versi CFR:

1. Meningkatkan kehadiran militer AS di laut Cina Selatan dan sekitarnya
2. Menyelidiki dan menghukum China atas praktik dagang yang curang
3. Menganggap China sebagai manipulator mata uang
4. Balasan AS terhadap serangan cyber China


(CNN Indonesia/CFR)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.